Laba Maybank Indonesia Meroket 43,4% Capai Rp 987,4 Miliar
Selasa, 1 Agustus 2023 | 09:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) mencetak laba bersih konsolidasian sebesar Rp 987,47 miliar atau naik 43,44% year on year(yoy) pada semester I 2023 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 688,43 miliar. Peningkatan kinerja emiten saham bersandi BNII ini ikut didukung kualitas aset yang terus membaik.
"Kami akan melanjutkan transformasi mengakselerasi kapabilitas perbankan digital, khususnya pada segmen small medium enterprise (SME) serta memperluas cakupan layanan perbankan kami ke dalam ekosistem digital," kata Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria dikutip Investor Daily di Jakarta, Senin (31/7/2023).
Pendapatan berbasis fee (fee based income/FBI) tumbuh 25,6% (yoy) menjadi Rp 1,10 triliun. Disokong fee transaksi global market yang melonjak 239,3% menjadi Rp 182 miliar. Selain itu, suku bunga relatif stabil, prospek pasar positif, serta kinerja layanan valas membaik.
Di samping itu, Maybank mencatat pendapatan fee di luar global market tumbuh 11,6% menjadi Rp 913 miliar didukung pendapatan asset recovery fee (bank only) yang naik 7 kali menjadi Rp 241 miliar serta fee terkait bisnis pembiayaan (kredit) dan ritel.
Pada semester I 2023, total kredit Maybank meningkat 2,9% (yoy) menjadi Rp 109,97 triliun dari Rp 106,81 triliun. Perinciannya kredit community financial services (CFS) non-ritel tumbuh 7,2% menjadi Rp 69,42 triliun dari Rp 64,73 triliun. Semengtara kredit CFS ritel naik 15,4% menjadi Rp 41,49 triliun dari Rp 35,95 triliun.
Peningkatan kredit CFS ritel tersebut didukung pertumbuhan pembiayaan otomotif anak perusahaan 25,8% untuk kredit kendaraan roda dua dan 28,0% untuk kendaraan roda empat. Turut berkontribusi yakni pertumbuhan bisnis kartu kredit & kredit tanpa agunan (KTA) sebesar 21,8% dan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar 1,8%.
Kredit CFS non-ritel mengalami penurunan sebesar 2,9%, disebabkan segmen business banking turun 6,8%, diikuti segmen kredit usaha kecil menengah (diklasifikasikan sebagai SME+) yang turun 4,0%. Meski demikian, segmen business banking mampu bertumbuh sebesar 2,7% quarter on quarter (qoq) didorong oleh komitmen-komitmen baru dengan pricing yang lebih kompetitif.
Sementara itu, kredit segmen retail small-medium enterprise (RSME) masih terus melanjutkan momentum pertumbuhannya dengan mencatat kenaikan sebesar 1,3% menjadi Rp 12,70 triliun dari Rp 12,54 triliun. Hal ini sehubungan dengan diberlakukannya program retensi pada segmen tersebut.
Dari sisi kredit korporasi, segmen global banking turun 3,7% menjadi Rp 40,55 triliun. Namun segmen ini bertumbuh positif sebesar 3,2% (qoq) . Bank berupaya agar momentum pertumbuhan segmen global banking dapat terus berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.
Dari sisi kualitas, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) konsolidasian tercatat membaik secara gross menjadi 3,3% dan neto 2,2% pada Juni 2023. Dibandingkan NPL gross 3,5% dan neto 2,6% pada Juni 2022.
Pada periode yang sama, total simpanan nasabah Maybank mencapai Rp 110,38 triliun, turun 1,1% dari Rp 111,66 triliun. Disebabkan terutama oleh simpanan CASA yang turun 2,7%. Adapun rasio CASA tercatat sebesar 48,6%. Adapun simpanan deposito berjangka tercatat naik 0,4% dan bertumbuh secara signifikan sebesar 13,8% (qoq).
Hingga Juni 2023, bank mencatat rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) bank only pada posisi sehat sebesar 84,9%. Sementara rasio kewajiban pemenuhan kecukupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) bank only tercatat sebesar 168,8%, berada di atas minimum yang diwajibkan regulator yakni sebesar 100%.
Posisi permodalan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat 28,6% pada Juni 2023. Total modal tercatat sebesar Rp 29,27 triliun pada akhir Juni 2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




