ASEAN Indo-Pacific Forum Angkat Isu Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 18 Agustus 2023 | 19:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) yang akan digelar pada 5-6 September mendatang di Jakarta akan mengangkat isu pembiayaan berkelanjutan atau sustainable financing. Forum yang digelar dalam rangka keketuaan ASEAN Indonesia juga akan dihadiri oleh para kepala negara, serta perwakilan dari lembaga keuangan dunia.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Pahala Mansury mengungkapkan, lembaga keuangan Uni Eropa (UE) European Investment Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) juga akan mengirimkan para petingginya ke AIPF.
"Selain sustainable financing, AIPF juga akan turut membahas infrastruktur hijau, transformasi digital, dan ekonomi kreatif," ungkap Pahala kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/8/2023).
Pahala menjelaskan, ada banyak aspek yang dapat dilakukan kerja sama dalam bidang pembiayaan berkelanjutan. Asosiasi bank di ASEAN sendiri sudah menyampaikan bahwa pencegahan kabon atau carbon avoidance adalah salah satu yang bisa dikategorikan sebagai sustainable financing.
"Kami berharap bank dan lembaga keuangan di ASEAN bisa menjelaskan kepada lembaga lainnya bagaimana sustainable financing bisa dilakukan lewat carbon avoidance. Serta adanya kesepakatan norma mengenai sustainable finance dan carbon avoidance," jelasnya.
Sebagai informasi, carbon avoidance mengacu pada langkah-langkah atau proyek yang fokus pada mengurangi emisi yang dikeluarkan di antaranya lewat penggunaan energi baru terbarukan.
Pahala menambahkan, Indonesia saat ini masih menunggu konfirmasi kehadiran dari perwakilan dari gabungan institusi keuangan internasional Glasgow Financial Alliance for Net Zero (Gfanz).
Sebagaimana diketahui, Gfanz bersama International Partners Group (IPG) tahun lalu berkomitmen akan mengucurkan pendanaan iklim senilai $20 miliar untuk mendukung transisi energi Indonesia. Mekanisme pendanaan iklim ini dinamai Just Energy Transition Partnership (JETP).
Gfanz akan memberikan pendanaan senilai $10 miliar. Sedangkan $10 miliar sisanya akan berasal dari IPG yang terdiri dari AS, Jepang, Kanada, Denmark, UE, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, dan Inggris. Vietnam, yang merupakan negara anggota ASEAN, juga mendapatkan pendanaan iklim serupa. Namun, nominal pendanaan JETP Vietnam lebih sedikit, yakni senilai $15,5 miliar.
"Kita berharap Indonesia dan Vietnam ini bisa memimpin sebuah diskusi di mana JETP memang mungkin untuk dilaksanakan, khususnya melalui kawasan ASEAN," ujar Pahala.
Sebagai informasi, Indonesia berencana akan meluncurkan comprehensive investment and policy plan (CIPP) untuk pendanaan JETP pada 16 Agustus 2023 lalu. Dokumen CIPP ini akan menjelaskan terkait detail-detail teknis mengenai JETP. Namun, Indonesia memutuskan untuk menunda peluncuran CIPP ke akhir tahun 2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




