ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

INA Buka-bukaan Strategi di Tiga Area Investasi

Sabtu, 2 September 2023 | 19:20 WIB
MH
AC
FH
Diskusi panel
Diskusi panel "Opportunities in Climate Tech" dalam side event KTT ASEAN, Climate Impact Innovations Challenge, di Jakarta, Sabtu, 2 September 2023.    (Beritasatu.com/Agnes Valentina Christa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Petinggi Investasi Otoritas Investasi Indonesia atau Indonesia Investment Authority (INA) Stefanus Ade Hadiwidjaja mengungkapkan, fokus investasi pihaknya akan bergandengan dengan isu perubahan iklim dan transisi energi.

"Perubahan iklim dan transisi energi sangat penting. Kami telah menyiapkan dan mengkaji strategi, dan hasilnya fokus kami hingga tiga tahun ke depan ada di tiga area," kata Stefanus, dalam side event KTT ASEAN "Climate Impact Innovations Challenge" di Jakarta, Sabtu (2/9/2023).

Stefanus menjelaskan, area pertama yaitu proyek seputar energi terbarukan termasuk transisi energi dari konvensional. Renewable projects ini termasuk inisiatif mekanisme transisi energi di area tersebut.

"Contoh investasi renewable project di geothermal bersama Masdar, salah satu pemain di bidang energi terbarukan dari Timur Tengah. Kami melakukan co-invest di Pertamina Geothermal, yang merupakan perusahaan geothermal terbesar di Asia," kata Stefanus.

ADVERTISEMENT

Kemudian, INA juga berfokus dalam penanaman modal yang berhubungan erat dengan pengurangan emisi karbon berupa perluasan area hijau.

"Kedua, nature based solution, ini yang terpenting. Baru-baru ini kami bekerja sama dengan investor sekaligus penasihat internasional bernama Pollination. Mereka tidak hanya membantu kami mengembangkan sektor ini, tapi juga membantu kami mencari proyek dan co-invest bersama," paparnya.

Stefanus menambahkan, INA dan Pollination Group tengah melakukan proyek bersama untuk penghijauan dan perluasan tanaman mangrove. "Ini sangat penting bagi kami untuk menampung karbon kredit," imbuhnya.

Fokus area ketiga, lanjut Stefanus, yakni pengembangan ekosistem kendaraan listrik. "Kami bukan cuma soal kendaraan listrik, tapi fokus juga dalam sistem secara keseluruhan, mulai dari mesin hingga baterai kendaraan listrik," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

EKONOMI
86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon