ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

OECD Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Turun pada 2023

Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: HE
Minggu, 3 September 2023 | 21:43 WIB
Para pemimpin ASEAN berfoto bersama pada saat KTT ASEAN yang berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 10 Mei 2023.
Para pemimpin ASEAN berfoto bersama pada saat KTT ASEAN yang berlangsung di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu, 10 Mei 2023. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN akan mencapai 4,2% pada 2023. Angka ini mengalami penurunan dari proyeksi sebelumnya pada bulan Maret sebesar 4,6%, tetapi pada 2024 diperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN akan pulih mencapai 4,7%.

Director of OECD Development Centre, Ragnheiður Elín Árnadóttir mengungkapkan proyeksi ini dalam acara Launch of OECD’s Economic Outlook for Southeast Asia, China, and India 2023 Update, Minggu (3/9/2023).

Ragnheiður menyampaikan, proyeksi tersebut merupakan hasil pemantauan tahunan OECD mengenai pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di negara-negara Asia yang sedang berkembang.

ADVERTISEMENT

"Negara-negara berkembang di Asia akan menghadapi tantangan akibat penurunan permintaan eksternal yang terus berlanjut, terutama karena kontraksi ekspor yang terjadi di negara-negara maju yang sedang mengalami perlambatan ekonomi yang berkelanjutan," kata Ragnheiður.

Laporan OECD tersebut tidak hanya memberikan sorotan pada anggota ASEAN, tetapi juga mencakup Tiongkok dan India. Meskipun ada tantangan, beberapa faktor positif tetap mendukung ekonomi ASEAN, seperti pertumbuhan permintaan regional dan domestik yang didukung oleh tingginya kepercayaan konsumen dan peningkatan jumlah kelas menengah.

Permintaan domestik, khususnya konsumsi swasta yang kuat, diharapkan akan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Selain itu, permintaan regional akan tetap kuat dengan perluasan tujuan ekspor.

Ragnheiður juga menyoroti pertumbuhan sektor jasa serta potensi sektor digital yang tengah berkembang pesat, termasuk e-commerce lintas negara dan layanan pendukungnya.

Di samping itu, reformasi kebijakan dan pembangunan infrastruktur juga dianggap berpotensi untuk mendukung penanaman modal asing dan mengintegrasikan negara-negara ASEAN ke dalam rantai pasokan global, terutama di sektor elektronik, tekstil, dan otomotif.



Bagikan

BERITA TERKAIT

Sentil Pemda, Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saat Ini Hanya dari Investasi

Sentil Pemda, Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Saat Ini Hanya dari Investasi

EKONOMI
Proyeksi Ekonomi Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN dan G20

Proyeksi Ekonomi Indonesia Dibandingkan Negara ASEAN dan G20

EKONOMI
BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Melambat ke 2,8%

BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Melambat ke 2,8%

EKONOMI
BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sebesar 5 Persen

BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sebesar 5 Persen

EKONOMI
Ekonomi Global Masih Bergejolak, BI Proyeksikan Inflasi 2024 Capai 3,2 Persen

Ekonomi Global Masih Bergejolak, BI Proyeksikan Inflasi 2024 Capai 3,2 Persen

EKONOMI
Atasi Pengangguran, Anies Janji Genjot Investasi di Sektor yang Serap Banyak Tenaga Kerja

Atasi Pengangguran, Anies Janji Genjot Investasi di Sektor yang Serap Banyak Tenaga Kerja

EKONOMI

BERITA TERKINI

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT