Wika, Waskita, dan IFG Raih PMN Rp 28,1 Triliun, untuk Apa Saja?
Jumat, 15 September 2023 | 12:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tiga emiten, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan Indonesia Financial Group (IFG) dipastikan akan mendapat kucuran dana sebesar Rp 28,1 triliun dari penyertaan modal negara (PMN). Sebanyak Rp 6 triliun akan didapatkan oleh Wijaya Karya, Rp 18,6 triliun diperoleh Waskita Karya melalui PT Hutama Karya, dan IFG sebesar Rp 3,6 triliun. Suntikan dana segar itu telah disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPR dalam rapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (14/9/2023).
BACA JUGA
PMN Rp 3 Triliun Waskita Dibatalkan
"Pembagiannya kepada PT Hutama Karya sebesar Rp 18,6 triliun, Indonesia Financial Group sebesar Rp 3,6 triliun, dan PT Wijaya Karya Tbk sebesar Rp 6 triliun," kata Erick dalam kerja bersama Komisi VI DPR di Jakarta, dikutip Investor Daily Kamis (14/9/2023).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, PMN sebesar Rp 18,6 triliun yang diberikan kepada Hutama Karya akan terbagi menjadi dua porsi. Pertama, sebesar Rp 12,5 triliun untuk menuntaskan tol yang digarap Waskita Karya. Kedua, sebesar Rp 6,1 triliun untuk menyelesaikan beberapa Tol Trans Sumatera yang ditargetkan rampung pada 2024.
Pria yang disapa Tiko ini juga menyinggung soal PMN bagi Wijaya Karya yang berkurang menjadi Rp 6 triliun dari usulan awal sebesar Rp 10 triliun. "Menurut kami, (Rp 6 triliun) itu sudah cukup memadai. Nanti, 2025 kita tambah lagi Rp 4 triliun," ucap Tiko.
Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, pihaknya telah membukukan kontrak baru sebesar Rp 15,41 triliun hingga Juli 2023. Capaian ini sekaligus meningkatkan order book perseroan menjadi Rp 61,39 triliun.
Dia mengaku, perolehan kontrak baru tersebut menjadi bukti bahwa perseroan masih mendapat kepercayaan dari para pemberi kerja. "Kepercayaan ini sejalan dengan kemampuan Wika untuk memberikan kinerja terbaik dan menuntaskan proyek-proyek strategis nasional (PSN) pada beberapa waktu terakhir," ujar Mahendra.
Perolehan kontrak baru tersebut mayoritas berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung sebesar 40,70%. Sedangkan sisanya datang dari segmen industri, engineering, procurement, construction & commisioning (EPCC) dan disusul dengan realti dan properti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




