ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2014, Bongkar Muat di Tanjung Perak Akan Lebihi Kapasitas

Selasa, 9 April 2013 | 06:28 WIB
AA
B
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: B1
Sejumlah truk tanpa muatan tidak beroperasi di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim.
Sejumlah truk tanpa muatan tidak beroperasi di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim. (Antara/M Risyal Hidayat)

Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperkirakan, pada 2014 mendatang, arus barang, baik internasional maupun domestik, di pelabuhan yang menjadi pintu masuk perdagangan Indonesia Timur ini akan melebihi kapasitas tampung.

Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan, arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak terus mengalami kenaikan. Bila pada 2010 arus petikemas yang masuk baru mencapai 2,407 juta TEU's, maka pada 2012 telah mencapai 2,849 juta TEU's. Diperkirakan pada 2014, arus barang internasional yang melalui Tanjung Perak bakal mencapai 1,82 juta TEU's.

"Padahal kapasitas terminal hanya sekitar 1,45 juta TEU's, sehingga terjadi kelebihan (overflow) 363.268 TEU's. Hal yang sama juga terjadi untuk arus barang domestik," ujar Edi, Senin (8/4).

Sedangkan untuk arus petikemas domestik diperkirakan mencapai 2,04 juta TEU's, padahal kapasitas terminal petikemas domestik hanya 1,57 TEU's, atau ada kelebihan sekitar 472.102 TEU's. Karena itu, pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang disiapkan sebagai terminal multifungsi (mulipurpose), diharapkan dapat menjadi solusi guna mengurai permasalahan di Pelabuhan Tanjung Perak yang kini menghadapi ancaman terjadinya kongesti dan stagnasi yang cukup serius.

ADVERTISEMENT

Dikatakan Edi, kemacetan arus kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi ancaman serius terhadap perekonomian Jatim. Bahkan, besar kemungkinan ancaman tersebut akan meluas hingga Indonesia kawasan timur. Ini karena peran Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya selama ini sebagai pelabuhan pengumpul (hub port) utama di kawasan itu. Dengan demikian, pembenahan dan modernisasi Pelabuhan Tanjung Perak berkorelasi positif dengan upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi Jatim.

"Karena ketika hambatan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, maka akan berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi Jatim. Dan target pertumbuhan ekonomi Jatim bisa saja tidak tercapai," jelasnya.

Berdasarkan beberapa persoalan tersebut, lanjut Edi, Pelindo III berupaya untuk mengurainya dengan beberapa langkah berbasis revitalisasi, modernisasi, dan peningkatan kapasitas. Di antaranya yaitu membangun Terminal Multipurpose Teluk Lamong berikut aksesnya.

"Hingga akhir Maret 2013, proyek pembangunan Terminal Multipurpose Teluk Lamong terus dikebut. Harapan kami, pada April 2014, terminal tersebut sudah bisa beroperasi, sehingga stagnasi arus barang di Tanjung Perak bisa teratasi," ujarnya.

Lebih rinci, Edi mengungkapkan bahwa sejauh ini distribusi arus petikemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak didominasi oleh Terminal Berlian sebesar 54,2% atau setara dengan 204.059 TEU's. Selanjutnya Terminal Konvensional (Jamrud, Mirah dan Nilam) sebesar 34% atau setara dengan 127.978 TEU's, dan terendah di TPS yang hanya mencapai 11,9% atau setara dengan 44.668 TEU's.

"Tetapi sebaliknya, arus petikemas internasional didominasi oleh TPS sebesar 91,1% atau setara dengan 276.538 TEU's, disusul Terminal Berlian sebesar 8,8% atau setara dengan 26.830 TEU's, dan Terminal Konvensional (Jamrud, Nilam dan Mirah) sebesar 0,1% atau setara dengan 168 TEU's," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon