ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkeu: Kepercayaan Asing di Surat Utang RI Tetap Baik

Selasa, 9 April 2013 | 17:39 WIB
WS
WP
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: WBP
Uang dollar Amerika
Uang dollar Amerika (JG Photo/Safir Makki)

Jakarta - Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menyatakan tingkat kepercayaan asing pada surat utang jangka penjang Indonesia masih tetap baik.

Hal ini tercermin dari rendahnya imbal hasil (yield) pada obligasi global RI (global bond) yang baru-baru ini dikeluarkan untuk tenor 10 tahun sebesar 3,5 persen dan tenor 30 tahun dibawah lima persen.

Menkeu menjelaskan, pihaknya baru saja menutup penjualan global bond dipasar internasional untuk pendanaan US $ 3 miliar. Rinciannya, tenor 10 tahun senilai US$1 ,5 miliar dan 30 tahun senilai US$ 1,5 miliar.

"Kalau kami lihat yield yang 10 tahun bisa 3,5 persen dan 30 tahun bisa dibawah lima persen ini suatu pencapaian yang baik. Itu menunjukkan confidence daripada dunia kepada Indonesia," ujar Menkeu dalam acara Munas IX Apindo di Jakarta, Selasa (9/4).

ADVERTISEMENT

Menurut Menkeu, kepercayaan investor asing terhadap surat utang RI juga ditunjukkan dari tingginya nilai penawaran global bond yang mencapai US$ 12 miliar atau sekitar Rp 110 triliun. Penawaran itu empat kali nilai yang disetujui pemerintah sebesar US$ 3 miliar.

"Jadi ini menunjukkan bahwa confidence dunia terhadap Indonesia jangka menengah dan jangka panjang tetap baik," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Kuasa Khusus Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan menambahkan, global bond yang dilelang ada dua seri, yakni seri R10423 dan R10443.

Sedangkan total penawaran yang masuk (total order book) untuk kedua seri itu sebesar US$ 12,5 miliar, atau terdapat kelebihan permintaan (oversubscription) sebesar 4,2 kali.

"Transaksi ini merupakan bagian dari Program Global Medium Term Notes (GMTN) Republik Indonesia sebesar US$20 miliar," kata Robert dalam keterangan tertulisnya.

Rincian kedua global bond tersebut adalah seri RI0423 memilki tenor 10 tahun, pricing date akan dilakukan pada 8 April 2013, dengan nominal diterbitkan US$ 1,5 miliar. Seri ini memiliki kupon 3,375 persen dengan yield 3,5 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2023.

Sedangkan seri RI0443 memiliki tenor 30 tahun, pricing date pada 8 April dengan nominal diterbitkan US$ 1,5 miliar, kupon 4,62 persen, yield 4,75 persen dan akan jatuh tempo pada 15 April 2043. Kedua seri ini, akan diterbitkan pada 15 April 2013.

Robert menambahkan pendistribusian untuk seri R10423 adalah 20 persen investor Eropa, 50 persen investor Amerika Serikat (AS), 17 persen investor Asia (kecuali Indonesia) dan 13 persen investor di Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset management adalah sebesar 68 persen, bank 18 persen, asuransi dana pensiun 11 persen, dan private banking 3 persen.

Sedangkan distribusi untuk seri R10443 adalah sebesar 56 persen untuk investor AS, 27 persen untuk investor Eropa, 13 persen untuk investor Asia dan empat persen untuk investor di Indonesia. Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset management adalah sebesar 81 persen, bank 8 persen, asuransi dana pensiun 9 persen, dan private banking 2 persen.

"Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Deutsche Bank, AG, J.P.Morgan Securities plc dan Standard Chartered Bank. Serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas," tukas dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon