ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ASEAN Jadi Incaran Produk Cross-Border Global

Kamis, 28 September 2023 | 05:55 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki, saat meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Selasa, 19 September 2023.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki, saat meninjau pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Selasa, 19 September 2023. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan kawasan ASEAN merupakan incaran produk cross-border global karena potensi jumlah penduduk mencapai 679 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,6%.

ASEAN juga menjadi incaran karena nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai US$ 3,62 triliun dan kontribusi ekspor Asia Tenggara terhadap dunia mencapai 8,39% senilai US$ 2,05 triliun. Namun, di tengah potensi tersebut, pelaku UMKM perlu dilindungi agar tidak tergerus perdagangan ilegal lintas batas negara.

"Saya ingin menyoroti pentingnya memastikan kemampuan UMKM kita tumbuh dengan menjaga perbatasan kita dari perdagangan ilegal lintas batas negara yang mengakibatkan terjadinya predatory pricing," kata Teten dikutip Investor Daily, Rabu (27/9/2023).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, pada masa keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, Teten mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembentukan Lembaga Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ASEAN, yaitu AMSEF sebagai wadah pemberdayaan dan bantuan keuangan guna mendorong inklusivitas bisnis UMKM di kawasan.

Teten meyakini, Asia Tenggara sangat relevan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia dan cocok menjadi pusat produksi dan industrialisasi global yang berbasis pada keunggulan domestik.

Gagasan utamanya adalah hilirisasi sumber daya alam, yang dapat dicapai melalui transfer teknologi, pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, dan meminimalkan, bahkan menghilangkan, dampak negatif terhadap lingkungan. "UMKM harus dilibatkan dalam proses hilirisasi ini agar dampaknya lebih luas dan signifikan," imbuh Teten.

Menurutnya, inisiatif percontohan seperti model factory sharing yang telah dibuat oleh Kemenkop dan UKM di beberapa wilayah di Indonesia siap diterapkan di seluruh ASEAN. "Beberapa di antaranya adalah nilam atau minyak asiri di Aceh, furnitur di Jawa Tengah, pengolahan daging sapi di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara untuk pengolahan serat kelapa, dan Kalimantan Timur untuk biofarmaka," terang Teten.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diplomasi Maung Prabowo Sukses Curi Perhatian Pejabat ASEAN

Diplomasi Maung Prabowo Sukses Curi Perhatian Pejabat ASEAN

INTERNASIONAL
KTT ASEAN 2026: RI Minta Thailand-Kamboja Berdamai Selesaikan Konflik

KTT ASEAN 2026: RI Minta Thailand-Kamboja Berdamai Selesaikan Konflik

INTERNASIONAL
Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

INTERNASIONAL
Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

EKONOMI
Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Zona Perdamaian Dunia

Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Zona Perdamaian Dunia

EKONOMI
Prabowo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan ASEAN

Prabowo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan ASEAN

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon