ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditopang Pembiayaan, 40.000 Usaha Mikro Mitra Amartha Naik Kelas

Kamis, 5 Oktober 2023 | 14:33 WIB
IH
WP
Penulis: Indah Handayani | Editor: WBP
Ilustrasi pedagang buah kelapa.
Ilustrasi pedagang buah kelapa. (Antara/Makna Zaezar)

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 40.000 usaha mikro yang menjadi mitra PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), perusahaan teknologi finansial (fintech) peer to peer (P2P) lending, telah berhasil berkembang menjadi usaha kecil menengah (UKM).

Informasi ini terungkap dalam Sustainability Report 2022-2023, yang mencakup data dampak yang diciptakan Amartha dalam hal lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (ESG).

Menurut Direktur Utama Amartha Mikro Fintek, Aria Widyanto, berdasarkan laporan itu, terdapat kenaikan pendapatan 70% bagi mitra Amartha setelah menerima pendanaan dari perusahaan tersebut. Dampak lainnya menghasilkan lapangan kerja informal. "Selain itu, sebanyak 156.000 mitra Amartha di desa mempekerjakan karyawan pertama, sementara 33.000 mitra lainnya berhasil menambah jumlah karyawan baru," kata Aria dikutip Investor Daily, Rabu (4/10/2023).

ADVERTISEMENT

Hasil riset ini mendorong Amartha untuk bekerja sama dengan Pemkab Gorontalo, anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), serta Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (Kopek). Kolaborasi ini bertujuan menggenjot produktivitas komoditas kelapa berkelanjutan di Indonesia melalui sistem pembiayaan berkelanjutan berbasis prinsip hijau.

Amartha optimistis bahwa pembiayaan berkelanjutan sektor kelapa ini berdampak positif jangka panjang bagi petani kelapa, termasuk melonjaknya kapasitas produksi, menghasilkan lapangan kerja, dan ketahanan pangan lokal di Indonesia.

Aria Widyanto menambahkan bahwa Amartha tidak hanya memberikan akses keuangan berkelanjutan, tetapi juga melibatkan petani kelapa dan pengusaha mikro olahan kelapa, terutama di Gorontalo, melalui program literasi keuangan dan pendampingan.

Hingga kini, Amartha telah menyalurkan pembiayaan mikro kepada lebih dari 30.000 UMKM di Provinsi Gorontalo dengan total dana lebih dari Rp 200 miliar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon