Pertemuan IMF-Bank Dunia: Pemulihan Ekonomi Tersendat, Perbankan Rentan Stres
Minggu, 15 Oktober 2023 | 11:00 WIB
Maroko, Beritasatu.com - Pertemuan tahunan selama seminggu antara Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia berakhir pada hari Sabtu (14/10/2023). Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara dengan fokus utama, seperti situasi ekonomi dunia yang tengah dihantui oleh utang, inflasi, dan konflik, kesenjangan kekayaan yang semakin membesar antara negara kaya dan miskin, dan upaya-upaya untuk mengatasi perubahan iklim.
Banyak peserta pertemuan sepakat bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi bagaimana ketegangan di Timur Tengah akan memengaruhi ekonomi global. Kepala ekonomi IMF Pierre-Olivier Gourinchas menggambarkan ekonomi global,"berjalan dengan tersendat, bukan berlari."
Masalah utang yang melanda ekonomi maju, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Italia menjadi perhatian utama dalam pertemuan ini. Gubernur Bank Sentral Italia, Ignazio Visco, menyatakan bahwa terdapat kesan bahwa pasar sedang menghitung kembali premi utang karena para investor semakin khawatir dalam memegang utang jangka panjang.
Salah satu area kebijakan yang dapat terdampak adalah perjuangan melawan perubahan iklim. Kepala divisi Fiskal IMF, Vitor Gaspar, memperingatkan bahwa kebijakan berdasarkan subsidi saat ini gagal menurunkan emisi dan justru memperbesar utang publik.
"Negara-negara akan memerlukan kombinasi kebijakan baru dengan penentuan harga karbon sebagai fokus utamanya," demikian disimpulkan oleh IMF.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




