ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Insentif Sektor Properti, Jokowi: Gratis Administrasi Rp 4 Juta bagi MBR

Selasa, 24 Oktober 2023 | 10:56 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Presiden RI Joko Widodo saat di wawancarai dalam acara BNI Investor Daily Summit di Hutan Kota Plataran, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2023.
Presiden RI Joko Widodo saat di wawancarai dalam acara BNI Investor Daily Summit di Hutan Kota Plataran, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2023. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi pemerintah akan memberikan insentif fiskal dalam bentuk relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) di sektor properti. Untuk perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), uang administrasi Rp 4 juta ditanggung pemerintah.

"Kita akan memberikan insentif pada properti, untuk menjaga momentum ekonomi, nanti kita putuskan PPN akan ditanggung pemerintah," ucap Jokowi dalam acara BNI Investor Daily Summit 2023 di Hutan Kota by Pelataran Senayan pada Selasa (24/10/2023).

Jokowi mengatakan pemerintah juga akan memberikan insentif untuk uang administrasi dalam insentif terhadap perumahan bagi MBR. Dengan insentif ini, diharapkan akah meningkatkan sokongan bagi pertumbuhan sektor properti. "Untuk perumahan MBR ini juga akan diberikan bantuan uang administrasi, yang Rp 4 juta ditanggung pemerintah sehingga akan men-trigger ekonomi kita," tutur Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut Jokowi mengatakan geliat perekonomian masih terlihat dalam pertumbuhan penerimaan pajak yang naik 5,65% secara year on year (yoy). Pertumbuhan penerimaan pajak menunjukkan adanya pertumbuhan penerimaan pada kegiatan usaha. "Saat penerimaan negara masih tumbuh, ini artinya ekonomi negara masih baik. Kita semua harus melihat kembali tantangan ke depan," kata dia.

Dia mengatakan bahwa ketidakpastian perekonomian global masih memengaruhi perekonomian domestik. Kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat diperkirakan akan menyebabkan keluarnya aliran modal asing (capital outflow) dan dapat memengaruhi perekonomian nasional.

"Pelemahan ekonomi global yang kita tunggu katanya tahun depan akan naik, ternyata juga belum. Kebijakan kenaikan suku bunga yang tinggi dan dalam waktu lama oleh Amerika Serikat juga makin merumitkan bagi negara-negara berkembang capital outflow semuanya lari balik ke Amerika Serikat, semakin juga merumitkan kita semua," pungkas Joko Widodo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon