ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menaker: Tenaga Kerja Terampil Berikan Efek Positif pada Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 07:12 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah seusai mengikuti Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 27 Oktober 2023. 
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah seusai mengikuti Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat 27 Oktober 2023.  (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus berusaha menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan dunia usaha dengan kemampuan tenaga kerja. Keberadaan tenaga kerja yang terampil akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri, yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkualitas.

"Tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi adalah salah satu kunci penting dalam mendorong sektor-sektor potensial yang dapat membawa pertumbuhan ekonomi berkualitas," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam acara pembukaan "Festival Pelatihan Vokasi dan Job Fair Nasional 2023" di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (27/10/2023) dikutip Investor Daily.

Dia mengatakan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tenaga kerja terampil sangat terkait dengan dunia pendidikan dan pelatihan. Pendidikan berkualitas akan menghasilkan SDM berpandangan maju dan produktif. Program pelatihan vokasi menjadi implementasi nyata dari pendidikan ini, menghasilkan tenaga kerja dengan keterampilan praktis dan siap bekerja di berbagai industri maupun memulai usaha sendiri. "Pelatihan vokasi, dengan segala keunggulannya, menjadi solusi cepat untuk meningkatkan kualitas kompetensi dan daya saing tenaga kerja Indonesia," tambah Ida.

ADVERTISEMENT

Dia menyatakan bahwa kesuksesan pelatihan vokasi juga akan berdampak positif pada penurunan tingkat pengangguran serta kemajuan berbagai sektor industri. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah konkret menghubungkan pencari kerja dengan kebutuhan pasar kerja melalui proses bisnis terintegrasi, serta membangun integrasi antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan secara efisien.

Dia mengatakan tantangan utama yang dihadapi bidang ketenagakerjaan adalah pengangguran dan kompetensi tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi persaingan global di era pasar kerja yang semakin kompleks. "Kita dihadapkan pada tantangan daya saing, baik dalam mendapatkan kepercayaan dari dalam maupun luar negeri. Tenaga kerja kita harus mampu merespons persaingan global dan beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0," kata Ida.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan berbagai inovasi dalam pelatihan vokasi dengan mempertimbangkan keunggulannya, seperti durasi pelatihan lebih singkat sesuai kebutuhan industri, serta inklusivitas yang melibatkan semua lapisan masyarakat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hilirisasi Fase II Bakal Serap 600.000 Tenaga Kerja

Hilirisasi Fase II Bakal Serap 600.000 Tenaga Kerja

EKONOMI
Insentif Padat Karya Harus Dorong Produktivitas dan Nilai

Insentif Padat Karya Harus Dorong Produktivitas dan Nilai

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Menaker Sebut Program Magang Beri Kesempatan Putra Daerah Berkembang

Menaker Sebut Program Magang Beri Kesempatan Putra Daerah Berkembang

NASIONAL
Industri Sawit Perkuat Peran Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

Industri Sawit Perkuat Peran Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

EKONOMI
Apindo: 1,5 Juta Tenaga Kerja Berpotensi Tak Terserap Tiap Tahun

Apindo: 1,5 Juta Tenaga Kerja Berpotensi Tak Terserap Tiap Tahun

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon