ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lonjakan Inflasi Bebani Perekonomian Global 2024, Seberapa Besar Dampaknya?

Senin, 30 Oktober 2023 | 05:30 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham.
Ilustrasi bursa saham. (AFP/Spencer Platt)

Washington, Beritasatu.com - Inflasi yang tinggi akan membebani perekonomian dunia pada 2024. Sekitar 3/4 dari lebih 200 ekonom yang disurvei Reuters mengatakan risiko utama adalah suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama (higher for longer)

Dikutip dari Gulf Today, Minggu (29/10/2023), beberapa bank sentral di dunia diperkirakan mulai menurunkan suku bunga pada pertengahan tahun 2024. Namun, ekonom yang disurvei menyatakan kemungkinan besar penurunan suku bunga akan terjadi pada paruh kedua tahun depan. Ini merupakan perubahan signifikan dari ekspektasi di awal tahun 2023.

Adapun beberapa bank investasi memperkirakan Federal Reserve AS (the Fed), yang menjadi penentu bagi banyak bank sentral negara lain, akan memangkas suku bunga saat ini.

ADVERTISEMENT

Meski menurunkan inflasi dari titik tertinggi ada yang berhasil, tetapi harga-harga masih naik lebih cepat dibandingkan yang diproyeksi sebagian besar bank sentral.

Jajak pendapat terbaru Reuters terhadap 500 ekonom yang dilakukan 6 hingga 25 Oktober menghasilkan penurunan peringkat pertumbuhan dan peningkatan inflasi pada 2024 pada sebagian besar dari 48 negara di seluruh dunia yang disurvei.

Sebanyak 75% responden, yaitu 171 dari 228 responden, mengatakan bahwa risiko perkiraan kenaikan inflasi cenderung lebih tinggi, dan hanya 57% yang menjawab lebih rendah. Hasil tersebut sejalan dengan perekonomian AS kuartal III yang tumbuh hampir 5%, secara tahunan.

Hasil survei tersebut juga senada dengan peringatan Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde, yang mengatakan setelah ECB menghentikan pengetatan 10 pertemuan berturut-turut, penurunan suku bunga merupakan hal yang prematur.

Meski sebagian besar ekonom mengatakan the Fed akan memotong suku bunga pada pertengahan tahun 2024, jajak pendapat terbaru menunjukkan hanya 55% yang mendukung skenario tersebut.

Reserve Bank of New Zealand, yang sering memimpin siklus kenaikan suku bunga, diperkirakan akan menunggu hingga Juli-September 2024 sebelum melakukan pemotongan.

Mayoritas yang mendukung tidak adanya pemotongan hingga paruh kedua 2024 juga semakin kuat pada Reserve Bank of Australia, Bank india, dan Reserve Bank of India. Bahkan Bank of Japan, yang merupakan bank asing berpegang pada kebijakan ultra-longgar diperkirakan akan meninggalkan suku bunga negatif pada 2024.

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 2,6% tahun 2024 dari perkiraan 2,9% pada tahun ini.

"Bank-bank sentral telah menerapkan suku bunga tertinggi untuk melawan inflasi, ini tentu saja membatasi aktivitas, dan akan memakan waktu cukup lama sebelum kita bisa mencapai pertumbuhan global di atas rata-rata," kata Kepala Ekonom Global di Citi, Nathan Sheets.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri Energi Qatar: Perang Iran Bisa Runtuhkan Ekonomi Dunia

Menteri Energi Qatar: Perang Iran Bisa Runtuhkan Ekonomi Dunia

INTERNASIONAL
Bos BI Beberkan 5 Risiko Global pada 2026-2027, Salah Satunya Kripto

Bos BI Beberkan 5 Risiko Global pada 2026-2027, Salah Satunya Kripto

EKONOMI
BI Sebut Ekonomi Dunia Bakal Melambat setelah Shutdown AS

BI Sebut Ekonomi Dunia Bakal Melambat setelah Shutdown AS

EKONOMI
Prabowo: Indonesia Siap Jadi Jembatan Ekonomi Dunia

Prabowo: Indonesia Siap Jadi Jembatan Ekonomi Dunia

EKONOMI
Presiden Prabowo: Diskusi KTT APEC 2025 Berjalan Positif dan Tenang

Presiden Prabowo: Diskusi KTT APEC 2025 Berjalan Positif dan Tenang

INTERNASIONAL
Enggartiasto: Indonesia Bisa Jadi Pemain Utama Ekonomi Baru Dunia

Enggartiasto: Indonesia Bisa Jadi Pemain Utama Ekonomi Baru Dunia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon