ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah tunggu komitmen pengusaha

Jumat, 4 Februari 2011 | 16:45 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1

Pengusaha yang juga pendiri Ancora Group, Gita Wirjawan, menjadi pembicara dalam webinar “Dunia Pasca Covid, Ada Apa dengan 2021?” yang digelar Bank Mandiri, Rabu (2/12/2020).
Pengusaha yang juga pendiri Ancora Group, Gita Wirjawan, menjadi pembicara dalam webinar “Dunia Pasca Covid, Ada Apa dengan 2021?” yang digelar Bank Mandiri, Rabu (2/12/2020). (Beritasatu Photo/Herman)

Komitmen investasi dari investor asing sudah mencapai miliaran dolar Amerika.

Komitmen pengusaha nasional untuk melakukan investasi di negaranya sendiri dipertanyakan pemerintah. Menurut Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, pemerintah mulai tahun 2001, membangun 6 koridor pengembangan dan perluasan ekonomi dari Sabang sampai Merauke, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pengusaha nasional dan BUMN
 
Hatta mengatakan komitmen investor asing cukup tinggi dengan karena nilai investasi dari sejumlah investor negara tetangga mencapai miliaran dolar AS. Menurut dia, pengusaha nasional termasuk BUMN menjadi priortaskan daripada investor asing. "Sekarang kan banyak investor dari luar, diprioritaskan dulu pengusaha nasional dan BUMN," katanya.
 
Pemerintah, kata Hatta, bakal memfasilitasi rapat kerja dengan kalangan BUMN pada 21 Februari mendatang agar berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Hal yang sama akan dilakukan dengan kalangan investor domestik secara keseluruhan yang dijadwalkan 28 Februari mendatang. "Saat ini sudah dipegang komitmen dari Jepang sebesar US$ 59 miliar, dari Korea US$ 12 juta, dari India US$ 15 juta," kata dia.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan target dari dua rapat kerja itu adalah untuk menjaring investasi mencapai US$ 150 miliar untuk membangun seluruh koridor perekonomian yang telah ditetapkan pemerintah. Dia berharap, jika pertemuan itu membuahkan hasil maka rata-rata investasi yang bakal masuk mencapai lebih dari Rp 208 triliun setiap tahunnya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon