ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dinilai Kemahalan, LPS Bersikukuh Bank Mutiara Dijual Rp 6,7 T

Selasa, 16 April 2013 | 11:12 WIB
LO
WP
Penulis: Lona Olavia | Editor: WBP
Bank Century, jakarta
Bank Century, jakarta (JG Photo)

Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan akan terus mengupayakan agar Bank Mutiara bisa laku terjual di harga Rp 6,7 triliun.

"Tahun depan kurang dari itu jualnya. Tapi, yang pasti kami mencoba situasinya agar bisa menjual sesuai mandat undang-undang dijual di Rp 6,7 triliun," ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo di kantornya, Jakarta, Selasa (16/4).

Kepala Eksekutif LPS, Mirza Adityaswara, menambahkan pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai divestasi Bank Mutiara pada bulan depan. Untuk itu, LPS akan mengundang financial advisor yakni Danareksa. "Jadi, tunggu bulan Mei, sabar," katanya.

Di sisi lain sejumlah kalangan menilai, penjualan Bank Mutiara minimal Rp 6,76 triliun hingga tahun kelima setelah penyelamatan finansial dinilai tidak realistis dan menjadi tidak menarik bagi investor.

ADVERTISEMENT

Analis keuangan Lin Che Wei mengatakan, investor ingin investasi yang tidak bermasalah. Sementara kinerja Bank Mutiara tidak secemerlang bank-bank lain karena disalahgunakan pemiliknya, Robert Tantular,

"Kondisi macro economic environment saat ini tidak sekondusif dulu, dan ketidakpastian apakah setelah penjualan Bank Mutiara dapat dilepaskan secara politis.Hal itulah yang membuat Bank Mutiara menjadi tidak realistis penjualannya," imbuh Chi Wei.

Menurut Chi Wei, jika penjualan Bank Mutiara tahap III, yakni 21 Januari-15 Mei 2013 gagal, maka nasib bank yang dulu bernama Century itu makin tak jelas.

"Untuk memecah kebuntuan penjualan eks-Bank Century, pemerintah perlu memberikan insentif kepada calon investor dalam bentuk keringanan skema pembayaran secara bertahap alias dicicil sebagai kompensasi tingginya harga pembelian senilai Rp 6,7 triliun," imbaunya.

Untuk diketahui, harga penawaran Bank Mutiara Rp 6,7 triliun setara dengan 4,8 kali modalnya saat ini yaitu Rp 1,4 triliun. Nilai ini jauh lebih tinggi dari price to book value Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang rata-rata di kisaran 1,5 hingga 2,5 kali PBV.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon