ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masalah sapi, presiden khawatir dengan Australia

Jumat, 10 Juni 2011 | 16:05 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Mall Hewan Kurban H. Doni yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, telah menjual ribuan sapi untuk kurban Iduladha 2023. 
Mall Hewan Kurban H. Doni yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, telah menjual ribuan sapi untuk kurban Iduladha 2023.  (Beritasatu.com/Gabriella Putrinda)

Akibat penayangan gambar kekejaman petugas rumah potong terhadap sapi, ketersediaan dan harga daging sapi bisa melambung.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta menteri dan pihak terkait untuk melakukan investigasi dan penertiban rumah potong hewan di Indonesia. Hal ini dilakukan setelah tayangan televisi Australia yang menunjukkan perlakuan kejam rumah potong terhadap sapi.

"Saya mendapatkan laporan banyak yang sudah memenuhi standar, banyak yang proper, banyak yang benar, tapi barangkali ada satu dua tiga dan seterusnya yang belum memenuhi standar," kata Yudhoyono sesaat sebelum lepas landas ke Bali di bandara Halim Perdanakusuma.
 
Presiden mengaku menyaksikan tayangan laporan investigasi yang dilakukan oleh LSM Australia di Chanel Neews Asia. Menuru presiden, waktu LSM Australia melakukan pengambilan juga perlu diinvestigasi. "Setelah menyaksikan tayangan di Channel News Asia, memang harus dilakukan sejumlah perbaikan terhadap sejumlah rumah potong hewan yang tidak memenuhi syarat."

Australia mempersoalkan perlakuan petugas beberapa rumah potong di Indonesia setelah Channel News Asia menayangkan kekejaman perlakuan terhadap sapi-sapi di rumah potong. Yudhoyono mengatakan bahwa dia menyaksikan tayangan dari channel yang disebutnya sering menyebarluaskan keburukan Indonesia.

Yudhoyono meminta selain bahwa pemotongan hewan harus memenuhi kaidah agama dan kesehatan, animal welfare juga harus dijunjung tinggi. "Animal welfare sangat penting untuk sama-sama ditegakkan," tutur Yudhoyono serraya menegaskan menegaskan bahwa para menteri terkait bersama gubernur harus turun langsung ke rumah potong hewan untuk memastikan nilai agama, kesehatan dan animal welfare.

Sampai dengan saat ini Australia memblokir pengiriman sapi untuk dua belas rumah potong di Indonesia karena perlakuan yang dianggap tidak memenuhi standar kesejahteraan hewan.
"Kalau tidak diambil langkah-langkah tepat bisa mengganggu kecukupan atau supply daging sapi di negeri kita," kata Yudhoyono.
 
Menurut presiden, masalah tersebut bisa menyebabkan kenaikan harga daging sapi. Padahal, selain ketersediaan daging sapi yang memadai, menjelang bulan puasa dan lebaran, harga daging sapi juga harus dijaga agar tetap stabil. Presiden memerintahkan kepada menterinya untuk memastikan bahwa supply sapi cukup sampai 6 bulan mendatang. 
 
"Harus dijaga stabilitas harga, meskipun setiap Idul Fitri dan Ramadhan ada kenaikan harga pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat tapi diharapkan jangan sampai kenaikannya itu tidak wajar karena akan membebani saudara-saudaran kita yang menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan hari raya Idul Fitri."

Dalam kesempatan itu, Yudhoyono juga meminta para menterinya untuk membuat roadmap bagaimana meningkatkan ketahanan pangan.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon