Dorong Kemandirian Perempuan, Ingrid Kansil Luncurkan "BuPay"
Jumat, 26 April 2013 | 10:36 WIB
Jakarta - Anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrat (PD), Ingrid Kansil, terus menebar semangat momentum peringatan 21 April, yakni hari lahir RA Kartini sebagai pahlawan perempuan yang menandakan bangkitnya peran perempuan Indonesia.
Salah satu fokus utama kampanyenya adalah agar perempuan memegang peranan penting, dan memiliki hak yang setara untuk memaksimalkan kemampuan serta peluang baik dalam dunia pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga politik.
"Perhatian besar tertuju tajam pada pemberdayaan kaum Ibu. Kaum ibu di seluruh Nusantara tentunya memiliki kemauan dan kemampuan yang besar dalam mengembangkan kemampuan ekonominya," kata Ingrid di Jakarta, Jumat (26/4).
Dalam rangka itu, ia meluncurkan sebuah program Pemberdayaan Perempuan yang bernama Bunda Payment (BuPay), atas kerjasama dengan Koperasi Rakyat Indonesia (KOSRIN). Acara peluncuran dilaksanakannya di kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/4).
Istri dari Menkop dan UKM, Syarifuddin Hassan itu mengatakan, program Bunda Payment itu dapat dilihat dalam dua kacamata yaitu kacamata perekonomian dan kacamata pendidikan.
Dalam kacamata perekonomian, para ibu akan dikembangkan ekonominya melalui perangkat sistem pembayaran online yang akan dijalankan kaum ibu.
"Segala macam pembayaran dapat dilakukan melalui payment point," jelas Ingrid.
Kedua, karena segala transaksi akan dilakukan secara online dengan menggunakan fasilitas internet, maka otomatis para ibu akan diajak melek internet yang nantinya akan semakin membuka wawasan para ibu.
"Para ibu beserta anak-anak akan dapat mengakses segala informasi dan ilmu pengetahuan yang ada di dalam jejaring internet. Sehingga akan terbukanya cakrawala global pemikiran masyarakat kita, dari kota hingga ke pelosok sesa," jelas Ingrid.
Untuk akses internet, Ingrid berhasil menggandeng BNI yang membantu lewat program Corporat Social Reponsibility (CSR), dalam bentuk sejumlah perangkat komputer.
"CSR bukan hanya bersifat charity atau pemberian amal namun bersifat sustainable development atau pembangunan secara berkesinambungan bagi masyarakat," kata dia.
Ingrid yang sebelum menjadi anggota DPR adalah seorang aktris itu menambahkan bahwa lewat program itu, ingin menjadikan isu kemandirian perempuan Indonesia menjadi perhatian banyak pihak.
"Sebab kemandirian ekonomi kaum perempuan tentunya akan menentukan kemajuan serta kualitas perempuan yang dimiliki oleh Indonesia," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




