Bank Mandiri Bukukan Laba Bersih Rp 4,3 Triliun
Senin, 29 April 2013 | 20:33 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun selama triwulan I-2013, atau bertumbuh 26,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,4 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 24,2% menjadi Rp 7,45 triliun dari Rp 6 triliun.
"Pendapatan berbasis biaya (fee based income/FBI) meningkat 19,4% dari Rp 2,74 triliun menjadi Rp 3,27 triliun," papar Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dalam paparan kinerja triwulan I-2013 di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4).
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 19,7% (year on year/yoy) dari Rp 327,2 triliun menjadi Rp 391,6 triliun. Dengan demikian, perseroan menyalurkan kredit baru (net ekspansi) hampir Rp 100 triliun dari Rp 546,9 triliun menjadi Rp 640,6 triliun.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) naik 15,7% dari Rp 403,35 triliun menjadi Rp 467,06 triliun. Dari angka tersebut, dana murah (current and savings account/CASA) atau tabungan dan giro bertumbuh 18,7% dari Rp 244,4 triliun menjadi Rp 290,2 triliun.
"Dengan begitu, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) naik dari 80,7% menjadi 83,46%," ujar Budi.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross turun dari 2,22% menjadi 2,08%. Namun, NPL nett naik dari 0,51% menjadi 0,57%. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) naik dari 5,03% menjadi 5,38%.
Tingkat pengembalian aset (return on asset/ROA) naik dari 3,27% menjadi 3,54%. Kemudian, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) turun dari 17,61% menjadi 17,11%.
"Total rekening DPK mencapai 13,1 juta rekening. Sedangkan rekening kredit 1,3 juta," pungkas Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




