ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hatta: RI Harus Berbenah Hadapi Pasar Tunggal ASEAN

Sabtu, 11 Mei 2013 | 17:56 WIB
TR
WP
Penulis: Teguh L Rahmadi | Editor: WBP
Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, usai memberi kuliah umum, di Kampus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) bergambar bersama sebagian dari 800 mahasiswa yang hadir.
Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, usai memberi kuliah umum, di Kampus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) bergambar bersama sebagian dari 800 mahasiswa yang hadir. (Suara Pembaruan/Teguh LR/Teguh LR)

Surabaya - Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa mengemukakan, persaingan di pasar global merupakan fenomena yang harus dihadapi, khususnya di kawasan ASEAN yang segera menjadi pasar tunggal pada 2015 mendatang.

Persaingan tidak hanya sesama warga negara, tetapi rivalitas sudah di tingkat regional. Karena itu kita harus siap menghadapinya.

Hal tersebut dikemukakan Menko Perekonomian, dalam kuliah umum Young Engineers and Scientists SUMMIT 2013 di kampus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Sabtu (11/5) yang diikuti sebanyak 800 mahasiswa.

Menurut Hatta, perkembangan teknologi informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi perubahan. Seberapa besar kita bisa meningkatkan persaingan global.

ADVERTISEMENT

Berlakunya ASEAN Economic Development sudah semakin dekat dan itu terintegrasi dengan APEC 2020. Sebab itu diingatkan, hendaknya mulai sekarang berbenah dan terus memperkuat daya saing.

"Kita sudah membuat komite persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, dengan melibatkan banyak stakeholder. Salah satu targetnya menurunkan ongkos logistik dari 14,08 persen menjadi 10 persen," ungkapnya.

Pada bagian lain dikatakan, krisis ekonomi di Eropa dan Amerika mempengaruhi kondisi ekonomi global. Sehingga menyebabkan terjadinya global economic center of gravity yang bergerak ke Asia dengan kecepatan tinggi.

Revolusi terjadi dengan cepat. Percepatan akan semakin bergulir dan teknologi akan bergerak kepada renewal teknologi. Karena itu suatu bangsa akan maju kalau bisa mengembangkan inovasi.

Ke depan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia tidak hanya produktif tetapi juga menjadi SDM unggul. Dia mempertanyakan kesiapan SDM, terutama mahasiswa untuk menyongsong ASEAN Economic Forum (AEC) 2015 dan mengimbau agar semua pihak segera berbenah untuk meningkatkan daya saing.

Kunci agar mampu bersaing, adalah penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan tidak ditentukan oleh sumber daya alam (SDA), tetapi SDM menjadi lebih penting. Kalau manusia produktif menjadi manusia unggul, maka kita akan maju. Ini adalah knowledge society yang akan berperan pada 2025 dan 2030," tutur Hatta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Indonesia Terjun 13 Peringkat, Bagaimana Daya Saing Negara Lainnya?

Indonesia Terjun 13 Peringkat, Bagaimana Daya Saing Negara Lainnya?

EKONOMI
Ini 3 Faktor Penyebab Daya Saing Indonesia Merosot Tajam

Ini 3 Faktor Penyebab Daya Saing Indonesia Merosot Tajam

EKONOMI
Efisiensi Pemerintah Dapat Rapor Merah dari Pusat Daya Saing Dunia

Efisiensi Pemerintah Dapat Rapor Merah dari Pusat Daya Saing Dunia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon