Alokasikan Rp 450 M, Pemerintah Genjot Pembangunan SPBG
Kamis, 16 Mei 2013 | 19:18 WIB
Jakarta - Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 450 miliar untuk program konversi Bahan Bakar Minyak ke Bahan Bakar Gas. Namun dana sebesar ini hanya untuk penyediaan infrastruktur saja tidak termasuk penyediaan alat konverternya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo mengatakan dana sebesar itu sudah tertuang dalam peta jalan pemerintah program konversi ini.
"Tahun ini APBN mengalokasikan kira-kira 450 miliar. Tidak termasuk 14 ribu konverter kit karena akan ditangani oleh Kementerian Perindustrian," kata Susilo usai meresmikan SPBG di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (16/05).
Susilo menjelaskan dalam peta jalan itu program konversi diutamakan di beberapa kota besar yakni Jakarta, Surabaya dan Pelembang. Sebanyak 50 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) ditargetkan akan beroperasi di Jakarta pada akhir tahun ini.
"Road map juga melibatkan swasta untuk membangun SPBG dan jaringan pipa. PGN misalnya bersedia membangun jaringan pipa di sepanjang jalur pantura," paparnya.
Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Konversi BBM ke BBG, Wiratmaja Puja menambahkan hingga pertengahan tahun pemerintah menggenjot pembangunan SPBG. Dalam road map konversi ini sudah jelas SPBG mana saja dan bulan apa saja yang rampung pada 2013. Dia mengaku tidak ingat rincian per bulan SPBG yang selesai dibangun. "19 Mei nanti PGN akan ada peresmian SPBG lagi," jelasnya.
Penyediaan alat konverter kit, kata Wiratmaja masih dalam proses tender dan diperkirakan pada Oktober dan November sudah terpasang pada kendaraan dinas Kementerian dan angkutan umum. Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan masih membicarakan mengenai besaran subsidi yang diberikan untuk konverter kit bagi kendaraan pribadi.
Lebih lanjut dia menyebut Toyota Indononesia dan Hyundai Indonesia akan menjual kendaraan yang tiap unitnya sudah tersedia konverter kit. Mereka menyatakan kesanggupannya pada 2014 akan menjual dua varian kendaraan yakni dengan BBM dan BBG.
"Kami masih mendiskusikan dengan Kementerian Keuangan mengenai insentif yang diberikan. Kalau bisa seperti di Thailand yang harga mobil dengan konverter kit lebih murah, sehingga masyarakat tertarik untuk membeli," jelasnya.
Wiratmaja juga menyebut sejumlah perusahaan menyatakan komitmennya untuk memasang konverter kit pada kendaraan operasional. Perusahaan itu antara lain PT Sinar Mas sebanyak 640 kendaraan, PT Chevron Pacific Indonesia dan PGN sebanyak 200 unit kendaraan. "Dengan begini maka kita bisa create pasar," ujarnya.
Ditempat yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menambahkan pihaknya berkomitmen membangun 14 SPBG pada tahun ini. "Dengan atau tanpa adanya konverter kit kita tetap bangun," tegasnya.
Begitu juga dengan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi mengatakan siap mendukung program konversi ini. Pihaknya dengan Pertamina akan menentukan SPBU mana yang relevan untuk dibangun SPBG.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




