ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Studi Kelayakan JSS Dilakukan Pemrakarsa

Kamis, 23 Mei 2013 | 16:06 WIB
EA
WP
Penulis: Eko Adityo | Editor: WBP
Bagian dari cetak biru proyek Jembatan Selat Sunda.
Bagian dari cetak biru proyek Jembatan Selat Sunda. (Istimewa)

Jakarta - Pemerintah akan meminta pemrakarsa pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) untuk melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS) setelah bahan-bahan pendukung lengkap.

Kelengkapan studi kelayakan dan desain standar diperkirakan selesai pada 2014.

"FS belum (dilaksanakan), tetapi sekarang bahan-bahan untuk melakukan FS terus dilakukan. Karena resminya, nanti FS yang lakukan adalah pemrakarsa," ungkap Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seusai membuka Rapimnas Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Jakarta, Kamis (23/5).

Menurut dia, saat ini pemerintah sedang dalam tahap finalisasi bahan studi kelayakan. Bahkan, pihaknya sudah melapor kepada Menteri Keuangan Chatib Basri untuk membahas proyek ini setelah pemerintah menyelesaikan pembahasan mengenai subsidi bahan bakar minyak (BBM).

ADVERTISEMENT

Kebutuhan dana untuk studi kelayakan pembangunan JSS ini diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun. Namun, pemerintah belum memutuskan kapan dana tersebut akan dialokasikan pada anggaran negara.

Terkait besaran dana studi kelayakan ini, Djoko Kirmanto justru belum mengetahuinya. "Itu dari mana, saya malah belum tahu," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon