BPS Perkirakan Mei Deflasi
Kamis, 30 Mei 2013 | 11:37 WIB
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, memproyeksikan inflasi masih akan terjadi pada Mei, tetapi tren inflasinya tidak akan tinggi.
Menurut dia, faktor pemicu yang menyebabkan rendahnya inflasi pada Mei adalah 12 dari 20 harga komoditas yang dipantau BPS mengalami penurunan. Suryamin mengatakan, ke 12 komoditas tersebut terdiri dari beras, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, dan cabe merah.
Ia mengatakan, dari 66 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diamati BPS, Ke 12 harga komoditas tersebut hampir semuanya mengalami penurunan. Menurut Suryamin, rata rata penurunan harga komoditas tersebut mencapai 3 persen.
"Kami belum bisa prediksi inflasi, karena masih ada beberapa hari lagi sebelum bulan Mei berakhir, tapi kecenderungan inflasi rendah sangat besar mudah mudahan saja deflasi," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/5)
Suryamin mengatakan, delapan komoditas dari 20 komoditas yang masih stagnan atau belum mengalami penurunan harga salah satunya adalah minyak goreng.
Dia menjelaskan jika pemerintah jadi menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada Juni maka inflasinya akan melonjak, ia memperkirakan kenaikan inflasinya akan mencapai pada kisaran di atas 3 persen.
Suryamin mengatakan dampak inflasi tinggi ini akan dirasakan pada bulan September, karena pada bulan Juli dan Agustus merupakan bulan bulan krusial dimana memasuki puasa, lebaran dan ajaran baru ditambah harga BBM dinaikan maka ia memprediksi pada bulan September inflasi akan sangat tinggi.
Menurut dia program dana kompensasi yang diberikan pemerintah kepada rakyat miskin akibat kenaikan harga BBM justru akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat sehingga bisa meredam kenaikan inflasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




