Anggaran BLSM Sebaiknya Untuk Program Pembangunan Desa
Senin, 17 Juni 2013 | 16:40 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengatakan jika pemerintah menaikan harga BBM maka rakyat miskin akan semakin susah.
Bahkan jumlah rakyat miskin akan semakin meningkat.
Menurut Rieke, program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) merupakan program yang tidak efisien. Berdasarkan fakta Badan Pusat Statistik (BPS), setelah BLSM diluncurkan pemerintah pada 2009, jumlah orang miskin bertambah pada 2011 menjadi 100,8 juta jiwa.
"Kenaikan harga BBM akan menambah jumlah masyarakat miskin, pemerintah seharusnya melihat ke arah sana," ujar dia saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6).
Dia mengatakan, fraksi PDIP menolak secara tegas kenaikan harga BBM. Sebaiknya program BLSM dihapus dan anggaran sebesar Rp 6,9 triliun dialihkan ke dalam program yang pro desa. Dengan anggaran sebesar Rp 6,9 triliun bisa membentuk 28.000 desa di Indonesia. "Kenaikan harga BBM akan memukul mayoritas rakyat Indonesia jadi sebaiknya pemerintah memikirkan akan hal itu," ujar dia
Rieke mengatakan tidak hanya akan menambah jumlah rakyat miskin, kenaikan harga BBM juga akan menyebabkan inflasi sebesar 7,2 persen yang menyebabkan kebutuhan pokok per bulan naik Rp 200.000. Rieke mengatakan jika pemerintah tidak menaikan harga BBM maka inflasi akan berada di level 6 persen.
Lihat Juga Video Dinilai Hanya Membebani Rakyat Miskin
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




