Tumpahan Kilang Minyak Montara
RI Harap MoU dengan Thailand Rampung
Sabtu, 1 Oktober 2011 | 10:15 WIB
Tumpahan kilang minyak menumpahi Laut Timor.
Setelah tertunda, Indonesia berharap nota kesepahaman dengan Thailand terkait kasus tumpahan minyak Montara segera disepakati.
"Kita harapkan minggu kedua Oktober sudah ada MoU yang ditandatangani," ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Istana Presiden, hari ini.
Dia mengatakan, perusahaan asal Thailand itu minta menunda menyusul kabinet pemerintahan negara Gajah Putih itu yang baru. Sehingga, mereka memerlukan waktu untuk mempelajari situasi. "Yang penting perusahaan berkomitmen ganti rugi sesuai rencana awal yaitu melalui MoU," katanya.
Dia menambahkan, MoU tersebut memuat soal dana tanggung jawab sosial (corporate social responsibility/CSR) yang awalnya US$ 50 juta turun menjadi US$ 30 juta karena negosiasi. "Kemudian akan diselesaikan masalah kerugian senilai US$ 2 miliar," kata dia.
Tumpahan kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat, Laut Timor menumpahi wilayah seluas 28.663,1 kilometer persegi selama 75 hari mulai 21 Agustus hingga 3 November 2009. Tumpahan berada di 14 desa di Pulau Rote, Kabupaten Rote, dan 8 desa di Kabupaten Timur Tengah Selatan dan Kupang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




