Weston International Minati Bank Mutiara
Senin, 24 Juni 2013 | 19:27 WIB
Jakarta – Sebuah perusahaan investasi tertutup bernama Weston International Capital Ltd mengumumkan minatnya untuk membeli PT Bank Mutiara Tbk.
Perusahaan tersebut merupakan yang pertama kalinya mengumumkan diri dalam periode penawaran tahap kedua tahun ini.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/6), Weston yang berbasis di Mauritius dan bermarkas di Luxemburg tersebut menyatakan, perusahaan telah memasuki proses penawaran.
"Saat ini Weston dalam proses akuisisi Bank Mutiara melalui proses pelelangan yang diadakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), lewat PT Danareksa Sekuritas di Jakarta," tulis Weston.
Weston mengungkapkan telah mengetahui harga penawaran minimal yaitu sebesar Rp 6,7 triliun yang diperbolehkan untuk pembelian Bank Mutiara. Nilai tersebut yaitu seharga dana penyelamatan (bailout) yang dikeluarkan LPS pada 2008 melalui penyertaan modal sementara.
Juru bicara Weston mengatakan, kendati harga tersebut tidak memiliki korelasi apapun dengan nilai sebenarnya dari Bank Mutiara, Weston tetap memutuskan masuk ke proses penawaran.
"Itu antisipasi untuk berpartisipasi dalam proses penjualan sebenarnya yang akan dimulai pada November 2013, setelah lima tahun pengambilalihan Bank Mutiara oleh LPS," ungkap juru bicara tersebut.
Pendekatan tersebut konsisten dengan tujuan strategis Weston untuk mendirikan dan membangun lembaga perbankan syariah yang bergerak dalam pembiayaan mikro di Asia Tenggara, dengan Bank Mutiara sebagai platform-nya.
Menurut juru bicara tersebut, Weston masih memiliki sejumlah perhatian substansial bahwa laporan keuangan audited milik Bank Mutiara tidak mencerminkan ‘keuangan yang sebenarnya’ dari bank tersebut.
Pasalnya, para auditor statutory atau yang ditunjuk masih belum melihat adanya jumlah substansial dari kewajiban (liabilities) yang bersifat langsung ataupun kontingensi dalam buku Bank Mutiara.
"Justru, kami meyakini Bank Mutiara memiliki permodalan yang secara substansial lebih rendah dibandingkan yang dilaporkan ke BI, LPS, dan Kementerian Keuangan. Sebab itu, kami yakin bahwa tahap atau proses penjualan oleh LPS tersebut murni untuk tujuan politis dan bukan untuk benar-benar mencari pembeli bank tersebut. Masuk akal bagi kami untuk berniat masuk seleksi untuk membeli," jelas juru bicara itu.
Juru bicara Weston juga mengatakan, pihaknya ragu bahwa manajemen baru Bank Mutiara telah memperbaiki seluruh kredit bermasalah senilai Rp 5 triliun warisan masa lalu. Begitu pula dengan masih adanya kekurangan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), tapi dapat diperbaiki dalam upaya menarik pembeli.
Weston berniat bekerja sama dengan LPS dan Danareksa Sekuritas untuk pembelian Bank Mutiara pada nilai yang realistis di bulan selanjutnya. Weston juga optimistis, dengan perubahan strategi operasi yang radikal, dan tim manajemen yang tidak dimotivasi secara politis akan membuat Bank Mutiara bernilai di platform perbankan Indonesia.
"Kami percaya Weston mengetahui lebih banyak tentang kondisi keuangan sebenarnya dari Bank Mutiara, ketimbang calon pembeli potensial lainnya. Sebab itu, Weston menggambarkan kesempatan terbaik untuk LPS dalam mencari pembeli berkualitas, ketika Bank Mutiara benar-benar siap dijual (available for sale) pada November 2013," papar juru bicara tersebut.
Dalam keterangan lebih lanjut, Weston memiliki dana kelolaan (assets under management) senilai US$ 2,4 miliar, yang khusus menangani situasi khusus dan akuisisi korporasi strategis. Perusahaan tersebut juga memiliki kantor di London dan Mauritius.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




