ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Akan Evaluasi Jumlah Konsumsi BBM Bersubsidi

Selasa, 25 Juni 2013 | 16:35 WIB
RP
YD
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: YUD
Kendaraan antre  mengisi BBM jenis Premium di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/6) malam beberapa saat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM bensin Premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter pada 22 Juni 2013 pukul 00.00.
Kendaraan antre mengisi BBM jenis Premium di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/6) malam beberapa saat sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM. Pemerintah mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM bensin Premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter pada 22 Juni 2013 pukul 00.00. (INVESTOR DAILY/David Gita Roza/INVESTOR DAILY/David Gita Roza)

Jakarta - Menteri ESDM Jero Wacik memperkirakan kuota BBM subsidi pada akhir Juni nanti tidak lebih dari separuh kuota BBM subsidi dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2013. Kuota BBM subsidi yang telah disahkan DPR itu sebesar 48 juta kilo liter (KL).

"Saya akan evaluasi berapa yang habis dari 48 juta KL itu. Mestinya 24 Juta KL akan habis 30 juni nanti," kata Jero di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6).

Jero optimistis kuota BBM subsidi tidak akan jebol tahun ini lantaran sejumlah faktor. Faktor kenaikan harga BBM subsidi untuk jenis premium dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter dan Solar dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.

Menurutnya kenaikan harga BBM tersebut membuat masyarakat melakukan penghematan.

ADVERTISEMENT

Faktor berikutnya yaitu pemerintah tetap melakukan pengendalian konsumsi BBM subsidi dengan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2013 yang melarang kendaraan dinas Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD serta truk perkebunan dan pertambangan membeli BBM subsidi.

"Jangan pesimis. Kami kawal, mati-matian jaga biar 48 juta KL cukup sampai akhir tahun. Kami evaluasi outlook-nya bagaimana," tegas Jero.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan pihaknya sedang memonitoring pola konsumsi masyarakat pasca kenaikan harga BBM subsidi.

Berdasarkan hasil pantauan pusat komando dan pengendalian monitoring BBM subsidi Pertamina, penyaluran premium mencapai mencapai 84.300 KL pada 22 Juni kemarin. Angka itu diatas lima persen dari penyaluran harian normal sebesar 80 ribu KL.

Ali belum bisa memastikan apakah masyarakat melakukan penghematan atau tidak setelah penaikan harga yang diumumkan pemerintah pada 21 Juni kemarin. "Kami masih monitor sepekan ini dulu supaya lebih komprehensif," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon