ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Dunia Apresiasi Kenaikan BBM

Selasa, 2 Juli 2013 | 16:10 WIB
WS
WP
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: WBP
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi, pemandangan gedung-gedung bertingkat di Jakarta.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi, pemandangan gedung-gedung bertingkat di Jakarta. (Antara)

Jakarta – Bank Dunia mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia dalam menerapkan kebijakan moneter dan fiskal secara responsif terhadap tekanan ekonomi dunia yang terus berlanjut.

Hal itu diwujudkan dalam pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) berikut dengan paket kompensasinya.

Meski demikian, ekonom Utama Bank Dunia Ndiame Diop respon kebijakan itu tidak mampu mengatasi tekanan-tekanan lain yang juga bermunculan.

"Secara keseluruhan Bank Dunia telah menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun 2013 menjadi 5,9 persen, dari 6,2 persen seperti yang diproyeksikan pada Triwulanan edisi bulan Maret 2013," kata Ndiame Diop dalam acara Indonesia Economic Quarterly (IEQ) Bank Dunia dikantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/7).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, revisi turunnya pertumbuhan ekonomi tersebut karena beberapa hal, yakni perlambatan pertumbuhan permintaan dalam negeri, berlanjutnya tekanan terhadap harga-harga komoditas dan menurunnya penerimaan ekspor.

"Terdapat resiko yang tinggi terhadap perlambatan yang lebih besar besar, sehingga membutuhkan kesiapan bagi penyesuaian kebijakan selanjutnya untuk mengamankan stabilitas ekonomi makro dan menjaga momentum pertumbuhan Indoensia," ujar dia.

Menurut Diop, risiko tinggi tersebut didorong melemahnya permintaan dalam negeri, misalnya karena dampak inflasi sementara yang lebih tinggi karena peningkatan harga BBM, penurunan pertumbuhan belanja investasi yang lebih tajam atau lebih lama dan gejolak pasar keuangan yang belakangan terjadi.

Selain itu, ketidakpastian terhadap perkembangan ekonomi China akhir-akhir ini dinilai juga memiliki pengaruh signifikan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat China merupakan partner dagang terbesar Indonesia.

"Menjaga kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang fleksibel tetapi dapat diprediksi dan dikomunikasikan dengan baik akan membantu Indonesia melalui masa yang penuh ketidakpastian ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Keluangan II Mahendra Siregar berpendapat proyeksi Bank Dunia terhadap ekonomi RI merupakan masukan yang baik kepada pemerintah dan masyarakat secara umum, terutama mengenai pandangan institusi keuangan internasional itu terhadap resiko global.

Bank Dunia dinilai lebih fokus terhadap dampak penurunan ekonomi beberapa negara mitra ekonomi RI terhadap pertumbuhan domestik.

Mahendra juga mengatakan penurunan proyeksi Bank Dunia juga tidak bisa lepas dari dinamika ekonmi global yang bisa berubah setiap saat.

"Dilihat dampaknya atau potensi risiko kepada Indonesia juga dapat mengalami penurunan lebih lanjut, walaupun menarik karena tiga mgu lalu global forecast Bank Dunia mengatakan Indonesia diperkrakan salah satu yang tidak turun. Jadi memang artinya perkembangan global ini masih dinamis sekali, masih berubah setiap saat. Sehingga tadinya dianggap bisa bertahan kemudian ada risiko global berubah lagi, lalu turun dan sebagainya," tuturnya.

Mahendra menjelaskan pelemahan global harus diwaspadai karena dampaknya tidak terhindarkan. Untuk itu pemerintah akan melanjukan fokus pada agenda reformasi yang penting, yakni dibidang struktural, perbaikan kondisi ekonomi domestik dan perbaikan pelaksanaan kebijakan APBN, pengeluaran sosial dan kesejahteraan.

"Itu bisa tetap dilakukan walau kondisi global belum akan semakin mudah atau semakin baik.
Kalau kami sih melihatnya tetap optimis pertumbuhan akan berada di atas enam persen. Mohon dilihat juga pesan secara keseluruhan, dan bagaimana kami melihat pesan secara kontekstual," pungkasnya.

Lihat Juga Video Kenaikan Inflasi Akibat Harga BBM Subsidi

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon