ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Opsi Pendanaan Jembatan Selat Sunda Diputuskan Pekan Depan

Kamis, 11 Juli 2013 | 14:55 WIB
WS
WP
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: WBP
PROYEK JEMBATAN SELAT SUNDA
PROYEK JEMBATAN SELAT SUNDA (BeritaSatu TV/BeritaSatu TV)

Jakarta - Pemerintah memastikan akan memutuskan opsi pendanaan studi kelayakan (feasibilty study/FS) Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) pada pekan depan.

Pemerintah sudah menetapkan dua opsi yakni dana Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama perusahaan pemrakarsa, yakni PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan opsi pertama adalah tetap mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) No.86 tahun 2011, yakni pendanaan FS KSISS mempergunakan dana BUMN dan perusahaan pemrakarsa. Sedangkan opsi kedua yakni dengan mempergunakan dana APBN, seperti yang menjadi usulan mantan Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo pada tahun lalu.

"Tadi kita bahas kecenderungannya adalah kita membahas ini pendalaman terhadap dua (opsi) ini dan kita putuskan bulan ini sudah ditetapkan," jelas Hatta usai memimpin rapat koordinasi mengenai pembangunan KSISS dan Tol Trans Sumatera di kantornya, Jakarta, Kamis (11/7).

ADVERTISEMENT

Hatta menyiratkan pemerintah cenderung memilih opsi pertama melalui pendanaan BUMN. "Karena kita ingin consider memasukkan BUMN, tentu nanti kita putuskan minggu depan. BUMN-nya bersama-sama dengan pemrakarsa itu. Mereka akan menyampaikan kepada kita langsung. Tadi rapat memutuskan bulan ini harus selesai," kata Hatta selaku ketua pelaksana pembangunan KSISS ini.

Hatta berharap, FS KSISS bisa dilakukan dengan cepat setelah putusan opsi pendanaan diputuskan. Dengan demikian, target pemancangan awal (groundbreaking) megaproyek KSISS diharapkan bisa dilakukan pada akhir 2014, sesuai dengan harapan Pemerintah Provinsi Banten dan Lampung.

Tim Sekretariat KSISS, lanjutnya, sudah melakukan serangkaian studi yakni menyangkut kegempaan, vulkanologi, studi arus laut dan sebagainya. Hasil studi tersebut menurutnya semakin meyakinkan secara teknis bahwa KSISS layak untuk dibangun.

"Pandangan dari vulkanologi, apabila terjadi katakanlah letusan anak krakatau, tsunami (akibat gempa) 9 Scala Richter, semua itu menunjukkan secara teknis jembatan tersebut layak dibangun. Jembatan tersebut akan dibangun menjadi ikon dimana tenaga-tenaga pemikir dan engineering Indonesia lebih dominan. Ini juga menjadi satu kebanggaan kita," katanya.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menegaskan pemerintah telah mengubah nama proyek tersebut, dari sebelumnya proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) menjadi KSISS karena merupakan proyek infrastruktur yang terintegrasi dengan pengembangan kawasannya.

Dia juga menyatakan, pihaknya sudah melakukan kajian-kajian awal proyek KSISS, sehingga akan bermanfaat bagi pemrakarsa untuk melakukan FS lanjutannya.

"Perpres-nya itu kan Perpres Pengembangan Kawasan Infrastruktur Strategis, sudah jadi satu kesatuan. Cuma kalau anda semua tanya selalu JSS, sebenarnya yang sudah kami proses KSISS," tegas dia.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, Kementerian PU telah melihat berbagai aspek terkait KSISS, seperti angin, geologi, gempa, letusan gunung dan aspek lainnya. Selain itu, PU juga telah mendatangnya para ahli dari luar negeri.

"Intinya kami yakin bahwa jembatan itu secara teknis layak. Jadi kelayakannya itu kelayakan finansial, kelayakan ekonomi, lingkungan dan sebagainya," tandasnya.

Lihat Juga Video Jembatan Selat Sunda

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon