ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kepala Bappenas: Pemilu Berkontribusi 0,2% pada Perekonomian

Senin, 15 Juli 2013 | 16:01 WIB
RS
WP
Penulis: Ridho Syukro | Editor: WBP
Bongkar muat di pelabuhan dalam rangka pertumbuhan ekonomi
Bongkar muat di pelabuhan dalam rangka pertumbuhan ekonomi (JG Photo/Ali Lutfi/Ali Lutfi)

Jakarta - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengungkapkan, ada tiga indikator yang menjadi patokan pemerintah dalam memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4-6,9 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014.

Menurut dia indikator pertama adalah kondisi perekonomian global yang sudah mulai membaik khususnya Amerika Serikat (AS) meski negara di Eropa masih belum ada perbaikan. "Dengan membaiknya perekonomian AS, berdampak pada kinerja ekspor Indonesia," kata dia saat ditemui di kantornya, Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (15/7).

Armida menuturkan selain mengandalkan China, pada tahun depan Indonesia sudah bisa meningkatkan kembali kinerja ekspor dengan Amerika Serikat (AS) sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

Indikator kedua menurut Armida adalah tahun 2014 merupakan tahun pemilihan umum (Pemilu) yang bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian sebesar 0,15-0,20 persen.

ADVERTISEMENT

"Tahun depan, Indonesia sudah ada Presiden baru, dengan Presiden yang baru tentu perekonomian akan lebih baru dan tentunya berkualitas," kata dia.

Dia menjelaskan, indikator ketiga adalah melihat pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2013 yang diperkirakan berada pada level 6,3 persen.

Menurut dia, untuk dapat mencapai target tersebut, pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan fiskal dan moneter yang berkualitas.

Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan angka kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, pertumbuhan yang semakin membaik pasti menimbulkan kesenjangan sosial atau gini ratio di masyarakat.

"Disinilah peran pemerintah melindungi rakyat miskin dengan memberikan perlindungan sosial diantaranya dengan raskin, pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Keluarga Harapan dan Permodalan Nasional Madani (PNM)," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon