Antam dan Direct Nickel Kembangkan Deposit Nikel Laterit
Senin, 22 Juli 2013 | 14:54 WIB
Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) dan Direct Nickel Limited (DNi) menandatangani perjanjian kerja sama dalam pengembangan deposit nikel laterit dan pabrik pengolahan yang menggunakan proses nikel di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Antam, Tato Miraza, dengan CEO DNi, Russell Debney, di kantor pusat Antam, Jakarta, hari ini.
Tato mengatakan, penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari Heads of Agreement yang ditandatangani oleh Antam dan DNi pada 31 Mei 2012 lalu. "Kerja sama ini mampu secara signifikan meningkatkan efisiensi dan keekonomian pengolahan nikel laterit," kata Tato di Jakarta, Senin (22/7).
Antam dan DNi, lanjut Tato, akan melanjutkan kerja sama dalam operasi test plant milik DNi di Perth, Australia, untuk memproduksi nickel mixed hydroxide, serta mengkaji bersama hasil teknis dari pabrik tersebut. Saat ini, test plant disebutkan mengolah sampel sebanyak 200 ton nikel laterit dari Antam.
"Jika hasil yang diperoleh dari test plant itu positif, kami berkeinginan mengeksekusi Definitive Agreements, untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel laterit yang pertama di Indonesia," jelasnya.
Namun begitu, Tato belum mau menyebutkan nilai investasi dari proyek ini. Dia menyatakan bahwa angka investasi akan dibeberkan setelah memperoleh hasil dari uji coba di Perth.
Sementara itu, di tempat yang sama, Russell memperkirakan bahwa investasi proyek ini mencapai sekitar US$400-500 juta, dengan kapasitas 10-15 ribu ton nikel. Dia menyatakan, apabila semua sesuai rencana, maka pada 2015 konstruksi proyek sudah bisa dimulai, sedangkan proses produksi direncanakan pada 2017.
"Teknologi ini menjawab tantangan dalam pengolahan nikel dengan keuntungan dari aspek lingkungan hidup," jelasnya.
Russell juga mengatakan, perjanjian ini merupakan bagian dari strategi DNi. Perusahaan yang tercatat di Bursa Australia tersebut, berupaya mengembangkan teknologi DNi Process yang revolusioner, melalui kerja sama dengan perusahaan pertambangan kelas dunia yang memiliki sumber daya nikel dan kapabilitas internal untuk memanfaatkan keterbatasan suplai.
"Kami senang dapat melanjutkan kemitraan kami dengan Antam. Melalui kerja sama ini, kami berupaya membantu pengembangan pengolahan nikel laterit yang signifikan di Indonesia," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




