Armida Akui Target Inflasi 7,2% Sulit Dicapai
Kamis, 15 Agustus 2013 | 14:52 WIB
Jakarta - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana mengakui bahwa target inflasi yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 sebesar 7,2% sangat sulit dicapai.
Salah satu penyebabnya adalah tingginya angka inflasi pada Juli sebesar 3,29%.
"Memang agak berat, inflasi Juli saja sudah cukup tinggi, tapi pemerintah belum terlambat masih ada waktu 4-5 bulan lagi sebelum akhir tahun untuk meredam inflasi dan itu butuh kerja keras," ujar dia saat ditemui dalam acara "Halal Bihalal Bappenas Bersama Jajaran" di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (15/8).
Menurut dia, bisa saja target inflasi 7,2% dicapai apabila pemerintah bisa mengendalikan harga pangan dan memastikan ketersediaan pangan di beberapa daerah.
Soal inflasi Juli, Armida menjelaskan,hal itu tidak sepenuhnya disebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), tetapi lebih disebabkan naiknya harga pangan utama misalkan daging dan cabai rawit, bahkan sebelum pemerintah menaikan harga BBM.
Adapun fokus pemerintah dalam 5 bulan ke depan adalah menjamin ketersediaan pangan agar inflasi bisa stabil. Salah satu langkah yang diambil adalah menyejahterakan para petani dengan memberikan fasilitas seperti lahan, menaikan upah atau membantu meningkatkan infrastruktur seperti memberikan kualitas pupuk terbaik dan alat-alat pertanian.
Dia menjelaskan, jika kebutuhan pangan dalam negeri tidak mencukupi maka pemerintah akan melakukan impor dengan tujuan menjaga stok pangan.
"Mungkin setelah lebaran sekitar bulan September dan Oktober tren harga kembali normal, dan ini cukup membantu menjaga inflasi," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




