ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PKT Gelar Dua Program untuk ketahanan Pangan

Minggu, 25 Agustus 2013 | 23:13 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
(beritasatu.com)

Jakarta - PT Pupuk Kaltim (PKT) menggelar dua kegiatan dalam rangka merealisasikan Program Ketahanan Pangan Nasional. Dua kegiatan itu yaitu, gropyokan pemberantasan hama tikus sawah dan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) di Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Sabtu (24/8).

Dalam keterangan tertulis yang diperoleh Minggu (25/8) disebutkan, kegiatan itu dihadiri Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Arifin Tasrif, Direktur Utama Pupuk Kaltim Aas Asikin Idat, dan Bupati Wajo Andi Burhanudin Unru.

Program Pemberantasan hama tikus, atau Gropyokan Tikus yang dipusatkan di Kecamatan Tanasitolo, Wajo, itu bertujuan mengamankan target nasional produksi gabah kering giling 71 juta ton.

Bantuan yang diberikan PIHC dan anak perusahaannya tidak hanya menggerakkan dan memberdayakan petani untuk membasmi hama tikus, tapi juga memberikan bantuan peralatan dan insentif. Metode yang digunakan dalam pembasmian tikus ini adalah cara pengasapan. Petani akan mendapat insentif atas setiap tikus yang berhasil mereka tangkap. Cara ini diharapkan akan meningkatkan semangat mereka dalam program pemberantasan ini.

ADVERTISEMENT

Dirut PIHC Arifin Tasrif mengatakan, kegiatan gropyokan tikus itu adalah untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah dan nasional sebagai upaya peningkatan pendapatan dan produktivitas petani. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi gagal panen akibat banyaknya serangan tikus di lahan pertanian desa setempat.

Gelar GP3K
Pada periode tahun 2013, Pupuk Kaltim mendapat penugasan GP3K dari PIHC seluas 240.000 hektare (ha). Hingga Agustus ini tercatat, lahan yang sudah ditanami sebagai bagian dari program ini mencapai 210.000 ha (88%). Khusus untuk lahan GP3K di Kecamatan Maniang Pajo, total lahan yang ditanami adalah 4.918,2 ha dengan total 9 desa dan 113 kelompok tani. Kegiatan GP3K di daerah itu telah berhasil meningkatkan hasil panen dari 5 ton menjadi rata-rata 7 ton/ha.

Menurut Dirut PKT Aas Asikin Idat, program GP3K di daerah Wajo juga cukup berhasil meningkatkan kesadaran petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Selama berlangsungnya program GP3K, terjadi peningkatan penggunaan pupuk NPK.

"Tahun 2012, total penggunaan NPK adalah 3.200 ton. Tahun ini, baru sampai Agustus sudah mencapai 4.200 ton. Diperkirakan tahun depan permintaan akan meningkat hingga 12.000 ton", jelas Aas.

Dikatakan, PKT bertanggungjawab atas wilayah distribusi pupuk bersubsidi di Kawasan Timur Indonesia. Khusus untuk daerah Sulselbar, total penyaluran urea sampai Juli tahun 2013 telah mencapai 191.024 ton, penyaluran NPK 22.081 ton, dan pupuk organik sebanyak 2.906 ton.

PT Pupuk Indonesia dan lima anak perusahaannya yakni PT Pupuk Pusri Palembang, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Kalimantan Timur, dan PT Pupuk Iskandar Muda, berkomitmen mengawal target produksi beras 54 juta ton beras atau setara 71 juta ton gabah kering giling.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon