Fokus ke Pasar Daerah, BigTV Targetkan 3 Juta Pelanggan Selama 5 Tahun Pertama
Senin, 9 September 2013 | 11:06 WIB
Jakarta - Lippo Group hari ini, Senin (9/9) resmi meluncurkan layanan televisi satelit berbayar, BigTV. Nilai investasi yang dikeluarkan untuk BigTV mencapai lebih dari US$ 300 juta. Selama lima tahun pertama BigTV menargetkan sekitar tiga juta pelanggan.
"Potensi rumah tangga dengan televisi di Indonesia mencapai 40 juta. Yang sanggup berlangganan televisi berbayar sekitar 22 juta. Idealnya saya akan menargetkan 8-10 juta, tapi untuk lima tahun awal sekitar 3 juta dulu," ujar Felix Ali Chendra, CEO BigTV, dalam sesi konferensi pers di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/9).
Felix mengatakan, sampai hari ini sudah tersedia 180.000 set top box (STB). Ia menargetkan sebelum 31 November 2013 sudah tersedia 500.000 STB di pasaran.
Sedikit tidak lazim, fokus pasar BigTV justru bukanlah di Jakarta. Pasar yang sudah sesak menjadi alasannya. "Jakarta seperti bisa dilihat sudah sangat crowded. Justru kami akan memanfaatkan teknologi satelit untuk menyasar daerah-daerah," terang Widijastoro Nugroho, Chief Operational Officer BigTV.
Widi menjelaskan bahwa kota-kota seperti Semarang dan Solo saat ini tumbuh pesat dan lebih teredukasi. Masyarakat di sana kini semakin menginginkan konten televisi berkualitas semacam National Geographic. Demografi seperti itulah yang menjadi fokus target pasar BigTV.
Felix lalu menambahkan yang menjadi keunggulan kompetitif BigTV dibandingkan televisi berbayar lain adalah kualitas high-definition yang ditawarkan. Apalagi kini jumlah televisi di pasar Indonesia yang mendukung fitur full HD terus bertambah.
"Tahun ini saja ada 8 juta televisi dengan HD ready siap dipasarkan di Indonesia," ucap Felix.
Saat ini BigTV memiliki 132 saluran standard definition (SD) dan 16 saluran HD. Felix menjanjikan di akhir tahun ini akan ada total 200 lebih saluran SD dan HD.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




