Jangkau Seluruh Indonesia, BigTV Janji Sajikan Konten Lokal dan Internasional
Senin, 9 September 2013 | 13:20 WIB
Jakarta - Lippo Group hari ini, Senin (9/9) resmi meluncurkan layanan TV satelit berbayarnya, BigTV. Dilengkapi 12 transponder, Lippo Star 1 (KU Band MPEFG4) disebut sebagai satelit dengan jumlah transponder terbanyak di Indonesia yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Berkat teknologi itu, BigTV berjanji akan menyajikan konten lokal yang siap tayang 2-3 bulan ke depan.
"Kendala menayangkan konten lokal sampai saat ini adalah mereka (penyedia konten) masih memakai transmitter lokal sehingga jangkauannya tidak luas," kata Widijastoro Nugroho, Chief Operational Officer (COO) BigTV, saat konferensi pers di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/9).
Dengan satelit Lippo Star 1, nantinya konten lokal dari berbagai daerah akan bisa dijangkau penonton seluruh Indonesia. Dikatakan oleh Widi, konten lokal tetap diminati oleh penonton karena mereka menginginkan sesuatu yang dekat dengan jati diri mereka.
"Penonton di Makassar misalnya, pasti ada jenuhnya menonton budaya Jawa. Mereka ingin juga ada (konten) yang berasal dari Sulawesi Selatan," kata Widi.
Dengan satelit yang peluncuran dan pengoperasiannya bekerjasama dengan perusahaan Jepang SKY Perfect JCSAT Corporation, BigTV saat ini pun sedang menyiapkan konten dari Jepang.
"Sedang digodok (konten Jepang). Banyak yang masih berbahasa Jepang jadi perlu diberi subtitle atau di-dubbing dulu," jelas Widi.
Senada dengan Widi, CEO JCSAT, Shinji Takada pun mengatakan nantinya akan ada konten Jepang yang dilokalkan. Konten tersebut sebagian banyak akan mengenalkan budaya Jepang ke penonton Indonesia. Shinji juga mengungkapkan harapan untuk BigTV agar ambil bagian dalam Olimpiade Tokyo 2020.
"Semoga di tahun 2020 nanti semua orang Indonesia bisa menyaksikan Olimpiade Tokyo lewat BigTV," ungkap Shinji.
Saat ditanya mengenai resiko gangguan cuaca pada jaringan BigTV, Marcelus Ardiwinata, Chief Technical Officer BigTV menjamin hal tersebut sudah dikalkulasi resikonya.
"Setiap teknologi pasti ada gangguannya. Kami sadar itu dan sudah dikalkulasi agar efeknya sekecil mungkin pada kualitas tayangan," terang Marcelus.
Dijelaskan oleh Marcelus, margin gangguan di transponder satelit BigTV sudah memadai. Hal itu dikarenakan jumlah saluran yang dimasukkan ke dalam transponder tidak sesak.
"Kalau ada TV lain misalnya satu transponder isi 35-40 channel, kami isinya paling 20-25 channel. Jadi margin gangguannya lebih besar," ucap Marcelus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




