Kinerja Perusahaan Tambang Diprediksi Turun Kuartal III
Minggu, 16 Oktober 2011 | 18:59 WIB
Karena permintaan menurun seiring dengan rendahnya kinerja perusahaan pengolahan di dunia.
Lemahnya ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi kinerja perusahaan pertambangan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan permintaan yang menurun seiring dengan rendahnya kinerja perusahaan pengolahan di dunia.
Reza Priyambada, analis dari Indo Surya Asset Management berpendapat, saat ini banyak analis yang mengatakan bahwa pada kuartal ketiga nanti perusahaan tambang akan mengalami penurunan kinerja.
Menurutnya, penurunan tersebut dikarenakan banyak perusahaan dunia yang umumnya menggunakan batubara sebagai bahan bakar, merevisi produksinya ke bawah karena melemahnya ekonomi global.
Kondisi serupa, lanjut Reza, juga berlaku dengan perusahaan logam.
Saat ini harga logam cenderung menurun dibandingkan awal tahun kemarin. Contohnya adalah harga timah yang masih pada level $ 19.085 per ton menurut London Metal Exchange per 13 Oktober lalu.
"Namun itu masih di atas kertas," ujar Reza, di Jakarta, hari ini.
Dia menambahkan, nyatanya di lapangan para pengusaha masih optimistis bahwa pada kuartal ketiga ini kinerja perusahaan tidak terlalu terpengaruh dengan lemahnya ekonomi global.
Meskipun begitu, kata Reza, hasil tren laporan keuangan sektor pertambangan cenderung melemah pada kuarta ketiga. "Lihat saja tahun lalu semua perusahaan tambang turun pada kuartal ketiga," imbuh dia.
Meski begitu, Reza mengingatkan kepada perusahaan tambang untuk tidak berharap banyak bahwa pertumbuhan kuartal ketiga nanti tidak seperti yang diharapkan.
Lemahnya ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi kinerja perusahaan pertambangan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan permintaan yang menurun seiring dengan rendahnya kinerja perusahaan pengolahan di dunia.
Reza Priyambada, analis dari Indo Surya Asset Management berpendapat, saat ini banyak analis yang mengatakan bahwa pada kuartal ketiga nanti perusahaan tambang akan mengalami penurunan kinerja.
Menurutnya, penurunan tersebut dikarenakan banyak perusahaan dunia yang umumnya menggunakan batubara sebagai bahan bakar, merevisi produksinya ke bawah karena melemahnya ekonomi global.
Kondisi serupa, lanjut Reza, juga berlaku dengan perusahaan logam.
Saat ini harga logam cenderung menurun dibandingkan awal tahun kemarin. Contohnya adalah harga timah yang masih pada level $ 19.085 per ton menurut London Metal Exchange per 13 Oktober lalu.
"Namun itu masih di atas kertas," ujar Reza, di Jakarta, hari ini.
Dia menambahkan, nyatanya di lapangan para pengusaha masih optimistis bahwa pada kuartal ketiga ini kinerja perusahaan tidak terlalu terpengaruh dengan lemahnya ekonomi global.
Meskipun begitu, kata Reza, hasil tren laporan keuangan sektor pertambangan cenderung melemah pada kuarta ketiga. "Lihat saja tahun lalu semua perusahaan tambang turun pada kuartal ketiga," imbuh dia.
Meski begitu, Reza mengingatkan kepada perusahaan tambang untuk tidak berharap banyak bahwa pertumbuhan kuartal ketiga nanti tidak seperti yang diharapkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




