BPS: Kalahkan AS, Indonesia Jadi Importir Minyak Terbesar Dunia pada 2018
Kamis, 26 September 2013 | 20:26 WIB
Jakarta - Indonesia diperkirakan akan menjadi negara pengimpor minyak terbesar, menggantikan Amerika Serikat, jika tidak ada upaya yang signifikan dari pemerintah untuk mengurangi impor minyak, demikian diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, Indonesia pada 2018 bisa menjadi negara pengimpor minyak terbesar di dunia, menggantikan AS jika tidak terdapat regulasi yang serius dalam menekan impor minyak. Untuk itu, menurut dia, pemerintah perlu meningkatkan penggunaan bio fuel guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
"Dari prediksi beberapa negara, kita 2018 bisa jadi importir BBM terbesar di dunia, mengalahkan Amerika Serikat kalau tidak ada regulasi serius, seperti penggunaan bio fuel yang tidak ditingkatkan," ujar Sasmito usai menghadiri Upacara Hari Statistik Nasional di Jakarta, Kamis (29/6).
Sasmito menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang meningkat, membuat konsumsi BBM meningkat cukup signifikan. Selain pertumuhan ekonomi, menurut dia, keberadaan subsidi dan pertumbuhan penjualan mobil juga mempengaruhi tingkat konsumsi BBM. Padahal, menurut dia, ekspor minyak Indonesia saat ini semakin menurun
"Kita harus tingkatkan biofuel supaya ketergantungan pada BBM bisa menurun, gas juga. Tapi bagaimana mengoptimalkan biofuel untuk menggantikan solar," terang dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




