Pemerintah Masih Evaluasi Blok Siak
Senin, 7 Oktober 2013 | 17:38 WIB
Jakarta - Pemerintah belum menentukan sikap terkait segera berakhirnya kontrak karya Blok Siak yang berada di Provinsi Riau. Untuk diketahui, masa kontrak Blok ini akan berakhir pada November 2013 mendatang.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswautomo mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi mengenai nasib blok tersebut. "Kami masih evaluasi. Semuanya dievaluasi," kata Susilo, di Jakarta, Senin (7/10).
Susilo enggan membeberkan apa saja yang dievaluasi tersebut. Namun dia menegaskan, yang paling penting bagi pemerintah, perpanjangan kontrak tersebut harus dapat menguntungkan bagi negara.
Saat dikonfirmasi mengenai mekanisme lelang dalam pengelolaan Blok Siak, Susilo menampiknya. Dia mengaku tidak tahu adanya mekanisme tersebut. "Ah, yang benar? Saya baru dengar (soal lelang itu)," ujarnya.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) pernah menyatakan, Blok Siak akan dipecah menjadi tiga bagian, yakni Blok I dan Blok III akan ditawarkan kepada sejumlah pihak, seperti Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta Pertamina. Sedangkan Blok II akan dikelola oleh Chevron.
Namun, Sekretaris SKK Migas Gde Pradnyana enggan memaparkan hal tersebut. Menurutnya, perpanjangan Blok Siak merupakan kewenangan pemerintah. "Hal (menyangkut) terminasi atau perpanjangan wilayah kerja tersebut merupakan kewenangan pemerintah," ujarnya.
Secara terpisah, Corporate Communication Manager PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Doni Indrawan menjelaskan, pihaknya sudah menyerahkan proposal perpanjangan kontrak kepada pemerintah sejak 2011 silam. Doni enggan mengungkapkan isi proposal tersebut, apakah berisi kesediaan Chevron bekerja sama dengan BUMD maupun Pertamina dalam mengelola blok tersebut.
"Kami masih menunggu keputusan pemerintah. Kalau sudah ada keputusan, baru kami akan bicara itu," jelasnya.
Meski umur kontrak Blok Siak tinggal satu bulan lagi, Doni menegaskan, Chevron tetap berkomitmen mencapai target produksi tahun ini yang ditetapkan oleh SKK Migas. Berdasarkan data SKK Migas, pada semester pertama 2013 produksi minyak Chevron melampaui target. Chevron memproduksi 323.014 barel per hari, sedangkan targetnya adalah sebesar 319.430 barel per hari.
Chevron tercatat mengelola Blok Siak sejak September 1963. Kala itu, Chevron masih bernama PT California Texas Indonesia (Caltex). Kontrak itu lantas diperpanjang pada 1991 untuk 22 tahun, yang berakhir pada November 2013 ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




