ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI-AS Teken Perjanjian Investasi US$300 Juta

Selasa, 8 Oktober 2013 | 17:57 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Ilustrasi Transaksi Bisnis dan Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi Transaksi Bisnis dan Pertumbuhan Ekonomi (Istimewa)

Nusa Dua - Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS), Penny Pritzker, serta Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemperin), Budi Darmadi, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama di bidang pengembangan energi bersih (clean energy) senilai US$300 juta, antara pengusaha AS dan Indonesia.

Penandatangan perjanjian kerja sama itu digelar di Hotel Grand Nikko, Nusa Dua, Bali, pada Selasa (8/10). Perjanjian kerja sama ini melibatkan sejumlah pimpinan perusahaan, di antaranya PT Fluidic Indonesia, Ormat Amerika, PT Pasifik Geoenergy, PT SunEdison-Sintesa Group, serta PT Angkasa Pura I.

Berdasarkan perjanjian, PT Fluidic Indonesia, perusahaan joint venture America Fluidic Inc dan PT Mitra Raharja Sejahtera, bermitra dengan PT Indosat Tbk di bidang pembuatan battery rechargeable zinc-air untuk industri telekomunikasi di Indonesia.

Sementara itu, di bidang pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal (PLTB), Ormat Amerika menggandeng PT Pasifik Geoenergy untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas 16 megawatt (MW) di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Nilai investasi untuk proyek PLTB ini adalah sebesar US$200 juta, dan disebut dapat menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 5.000 gigaton karbondioksida ekuivalen setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

Perjanjian lainnya yang ditandatangani adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) senilai US$35 juta untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, berkapasitas 15 megawatt (MW), antara PT SunEdison-Sintesa Group dan PT Angkasa Pura I. Penandatanganan dilakukan antara President Asia Operations SunEdison, Pashupathy Gopalan, CEO Sintesa Group Shinta Widjaya Kamdani, serta Presiden Direktur PT Angkasa Pura I, Tommy Soetomo.

"PLTS ini dapat mengurangi gas rumah kaca sebesar 200.000 gigatons karbondioksida per tahun," kata Pashupathy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon