XL Akan Alami Tekanan Setelah Akuisisi Axis
Sabtu, 26 Oktober 2013 | 03:43 WIBJakarta - Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL), Hasnul Suhaimi, menyatakan bahwa kinerja perseroan dapat mengalami tekanan akibat harus menanggung beban rugi Axis.
"Sudah pasti kinerja kita tertekan, apalagi Axis masih merugi," ujar Hasnul, saat dijumpai usai acara ulang tahun XL, di Jakarta, Jumat (25/10).
Sebagaimana dilansir sejumlah pemberitaan, kerugian dalam valuasi investasi anak perusahaan asal Arab Saudi tersebut setara Rp1,6 triliun.
Saat dihubungi terpisah, Corporate Communicaton XL, Turina Farouk, menegaskan bahwa tekanan yang dimaksud hanya bersifat sementara.
"Kita tidak dapat menghindari EBITDA yang sudah pasti negatif dalam beberapa waktu ke depan. Namun, hal itu hanya berlaku jangka pendek," tandas Turina.
Menurut Turina, kinerja perseroan dalam jangka panjang akan sangat terbantu dengan adanya tambahan frekuensi 15 MHz pada layanan 2G yang saat ini dimiliki Axis.
"Yang pasti, kualitas pelayanan kami akan meningkat dengan bertambahnya spektrum frekuensi," paparnya.
Hingga kuartal II-2013, jumlah pelanggan XL Axiata dinyatakan sudah mencapai 54,2 juta, atau sekitar 25% market share di industri operator telepon seluler. Jika proses akuisisi Axis dapat segera dirampungkan, maka jumlah pelanggan diharapkan bertambah sekitar 17 juta, atau naik 31%.
Direktur Marketing XL Axiata, Ricanor Santiago mengungkapkan, strategi persereoan itu pada 2014 akan berfokus pada pertumbuhan pendapatan, bukan lagi pada pertumbuhan market share.
Adapun laba bersih XL hingga semester I-2013 dilaporkan hanya mencapai Rp670 miliar, atau turun 54% dibanding periode sama tahun lalu yakni Rp1,46 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




