ICB Bumiputera Bukukan Laba Bersih Rp 5,15 Miliar
Senin, 28 Oktober 2013 | 21:18 WIB
Jakarta – PT Bank ICB Bumiputera Tbk hingga kuartal III-2013 mencatat laba bersih sebesar Rp 5,15 miliar meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,02 persen.
Pendapatan bunga bersih menurun 7,2 persen dari Rp 237,37 miliar menjadi Rp 220,40 miliar.
Sementara itu, beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat meningkat dari 98,97 persen menjadi 100,23 persen. Sedangkan kredit bertumbuh 15,6 persen dari Rp 4,75 triliun menjadi Rp 5,49 triliun.
Direktur Kepatuhan dan Corporate Secretary Bank ICB Bumiputera Bambang Setiawan menjelaskan, sebenarnya sejak kuartal III-2012 hingga saat ini, laba sebelum pajak pada dasarnya meningkat.
"Namun, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terpaksa naik 150 persen secara kuartal per kuartal sehingga pendapatan bunga bersih yang menurun dapat tertutupi oleh penghasilan laba operasional yang
meningkat," ujar Bambang dalam public expose kinerja triwulan III-2013 di Gedung ICB Bumiputera, Jakarta, Senin (28/10).
Secara year on year, CKPN menurun 9,2 persen dari Rp 113,27 miliar menjadi Rp 102,86 miliar.
Total aset meningkat 15,2 persen dari Rp 6,48 triliun menjadi Rp 7,46 triliun. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) bertumbuh 16,5 persen dari Rp 5,37 triliun menjadi Rp 6,37 triliun.
Deposito bertumbuh 33 persen dari Rp 3,63 triliun menjadi Rp 4,83 triliun, namun tabungan dan giro dalam posisi menurun. Tabungan menurun dari Rp 698,84 miliar menjadi Rp 649,89 miliar, serta giro menurun dari Rp
1,03 triliun menjadi Rp 887,66 miliar.
"Kenaikan deposito ini juga terjadi di bank-bank besar, hal itu menyebabkan biaya dana (cost of fund) meningkat," kata Bambang.
Rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tercatat menurun dari 87,84 persen menjadi 85,59 persen. Namun, kenaikan cost of fund telah membuat margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menurun dari 5,46 persen menjadi 4,82 persen. Return on asset (ROA) flat di level 0,10 persen dan return on equity (ROE) menurun dari 1,26 persen menjadi 0,94 persen.
Sedangkan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net tercatat meningkat dari 3,20 persen menjadi 4,82 persen. Sindbad mengatakan, pertumbuhan kredit tahun depan diperkirakan sekitar 15-20 persen sesuai
perkembangan perekonomian nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




