ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perdana di DPR, Gita Ditekan Selesaikan Banyak PR

Selasa, 25 Oktober 2011 | 09:25 WIB
SC
B
Penulis: Shirley Christie/WBP | Editor: B1
Gita Wirjawan.
Gita Wirjawan. (Antara Photo/Widodo S Jusuf)
Persoalannya mencakup kebijakan impor barang jadi, ekspor rotan, revitalisasi pasar tradisional, hingga moratorium ritel.

Menteri Perdagangan yang baru Gita Wirjawan diharapkan lebih berani menyelesaikan masalah, termasuk kebijakan impor barang jadi, ekspor rotan, revitalisasi pasar tradisional, hingga moratorium ritel.

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI yang membidangi Perdagangan dan Industri DPR, Aria Bima, dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Rapat yang berlangsung sekitar 3 jam ini sebenarnya mengagendakan pembahasan anggaran. Namun melebar menyoroti kebijakan Kemendag yang selama ini dianggap belum memuaskan.

Dalam rapat yang dihadiri lebih dari separuh dari total 52 anggota, Ari Bima menyatakan, postur anggaran Kemendag 2012 menunjukkan peningkatan belanja barang, sebaliknya belanja modal mengalami penurunan. Belanja barang pada tahun 2012 sebesar 70 persen, atau naik dari 59 persen pada tahun ini.

Sementara itu, belanja modal tahun 2012 sebesar 20 persen atau turun dari 30 persen tahun ini. Naiknya belanja barang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011, karena adanya program revitalisasi pasar yang dialokasikan Rp 336 miliar. "Jadi kalau kita bandingkan apple to apple seharusnya APBN 2011 dengan APBN 2012, bukan APBN 2012 dengan APBN-P 2011," kata Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan yang baru dilantik minggu lalu, saat ditemui wartawan usai rapat berakhir.

Pagu Anggaran Kemendag tahun 2012 sesuai dengan keputusan Menkeu no KMK nomor 215/KMK.02/2011 sebesar Rp 2,16 triliun. Tanggal 20 Oktober lalu, berdasarkan surat Menkeu nomor S-647/MK.02/2011, Kemendag memperoleh tambahan anggaran untuk pengembangan sarana distribusi perdagangan dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebesar Rp 245 miliar, sehingga total pagu Kemendag 2012 menjadi Rp 2,4 triliun.

Untuk mendukung 3 fokus Kemendag tahun 2012 yang berupa penguatan pasar dalam negeri, penguatan daya saing produk Indonesia dan diversifikasi pasar ekspor, Kemendag menganggarkan Rp 1,67 triliun atau 69,3 persen dari total anggaran 2012.

Anggota Komisi VI Sukur Nababan mengatakan, Mendag perlu menggunakan kepiawaiannya untuk melakukan promosi dan berkoordinasi dengan lembaga lain, sehingga permasalahan klasik seperti infrastruktur "bottleneck", peningkatan kualitas untuk menyaingi produk Cina dapat terselesaikan.

Selain itu, masalah rotan, dan moratorium ritel juga merupakan tantangan mendag agar lebih berani dalam mengambil sikap. Tidak hanya itu, masalah impor bahan pangan juga akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi mantan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tersebut.

Juwono Sudarsono, yang pernah menjabat sebagai menteri pertahanan dan menteri pendidikan nasional memberikan pujian kepada generasi Gita Wirjawan, yang menurutnya merupakan profesional tangguh.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mantan Mendag Ungkap Peran Strategis Danantara di Kancah Global

Mantan Mendag Ungkap Peran Strategis Danantara di Kancah Global

EKONOMI
Gita Wirjawan: PIS Bisa Jadi Narator Keren untuk Industri Maritim RI di Kancah Dunia

Gita Wirjawan: PIS Bisa Jadi Narator Keren untuk Industri Maritim RI di Kancah Dunia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon