Sintesa Group Rambah Bisnis Kesehatan
Kamis, 14 November 2013 | 15:42 WIB
Jakarta - Sintesa Group, sebuah kelompok usaha yang memiliki empat lini bisnis yaitu properti, energi, industri dan poduk konsumen, mulai terjun ke bisnis kesehatan dengan membentuk anak perusahaan baru PT Sintesa Duta Sejahtera dengan brand SintesaHealth.
Menurut Direktur Operasional SintesaHealth, David Bouk, SintesaHealth akan mendistribusikan produk kesehatan yang diimpor dari Spanyol.
"SintesaHealth memasarkan dan mendistribusikan produk kesehatan yang termasuk dalam kategori nutrasetikal dan kosmesetikal. Produk kami dipasarkan secara direct selling dan telah memiliki SIUP-L dengan nomor: 42/1/IU/PMDN/2013", ujar David dalam keterangan pers-nya, Kamis (14/11).
David mengklaim produknya telah diproses melalui teknologi Molecular Activation dan produk jadinya telah melalui uji klinis yang dilakukan di berbagai negara dan "sudah dipublikasikan di British Medical Journal (BMJ), World Journal of Gastroenterology (WJG), dan lain-lain."
Teknologi Molecular Activation adalah proses teknologi yang mampu meningkatkan aktivitas biologi dan biokimia molekul sehingga potensinya lebih meningkat dibandingkan sebelum diaktivasi. Hal itu dilakukan tanpa mengubah struktur kimianya sehingga lebih efektif dan tetap aman untuk digunakan, jelas David.
Produk-produk ini diimpor langsung dari Catalysis, Spanyol yang diproduksi dengan standar quality control Eropa dan sudah dipasarkan di 88 negara, tambahnya.
Produk yang dia maksud antara lain Viusid, untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai virus yang meyebabkan penyakit seperti Hepatitis A,B,C,D & E, demam berdarah, influenza, herpes, HIV/AIDS, flu burung; Diasulin, untuk mengurangi risiko diabetes dan komplikasinya; dan Oncoxin, untuk mengurangi risiko terkena kanker dan mengurangi efek samping akibat kemoterapi dan radioterapi.
Selain obat-obatan, Sintesa juga memasarkan produk kosmesetikal yaitu Blue Cap, untuk mengatasi masalah kulit seperti Eczema, Dermatitis Seboroik, dan Psoriasis; Granex, untuk mengatasi permasalahan jerawat; dan Glizigen, untuk mengatasi masalah penyakit infeksi pada organ intim seperti infeksi Herpes, infeksi HPV, dan keputihan akibat infeksi bakteri atau jamur, dan membantu memulihkan kelainan kulit akibat penyakit cacar air dan cacar ular (Herpes Zoster).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




