Pengamat Proyeksi Inflasi Oktober Naik 4,69 persen
Jumat, 28 Oktober 2011 | 09:06 WIB
Ini akibat meredanya harga sejumlah kebutuhan pangan.
Inflasi bulan Oktober diperkirakan menanjak seiring naiknya harga beras dan cabe karena turunnya produksi.
Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi bulan Oktober diperkirakan naik sebesar 4,69 persen secara setahunan, dibandingkan 4,61 persen pada bulan September. Namun secara bulanan, IHK Oktober justru turun menjadi 0,14 persen dari bulan lalu 0,27 persen.
"Penurunan IHK akibat meredanya harga sejumlah kebutuhan pokok," tulis ekonom Bank Danamon Anton Gunawan dan Anton Hendranata dalam ulasan ulasan ekonomi Bank Danamon yang diterima beritasatu.com, Kamis malam.
Berdasarkan ulasan tersebut, harga bahan pangan, seperti minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, bawang, dan kacang diperkirakan mengalami penurunan. Namun harga beras dan cabai diproyeksi masih tetap naik. Kenaikan ini karena kurangnya pasokan air sehingga menakan produksi kedua bahan pokok pangan tersebut.
Sementara inflasi inti, yang memperhitungkan kenaikan harga barang dan jasa di luar harga bahan makanan dan harga yang diatur pemerintah, diperkirakan melambat. Inflasi inti bulan Oktober melambat menjadi 4,63 persen secara setahunan, dibandingkan dengan 4,93 persen bulan September, akibat turunnya harga emas perhiasan. "Walau demikian jika harga emas dikecualikan, inflasi inti terlihat tetap stabil," tutup mereka.
Inflasi bulan Oktober diperkirakan menanjak seiring naiknya harga beras dan cabe karena turunnya produksi.
Indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi bulan Oktober diperkirakan naik sebesar 4,69 persen secara setahunan, dibandingkan 4,61 persen pada bulan September. Namun secara bulanan, IHK Oktober justru turun menjadi 0,14 persen dari bulan lalu 0,27 persen.
"Penurunan IHK akibat meredanya harga sejumlah kebutuhan pokok," tulis ekonom Bank Danamon Anton Gunawan dan Anton Hendranata dalam ulasan ulasan ekonomi Bank Danamon yang diterima beritasatu.com, Kamis malam.
Berdasarkan ulasan tersebut, harga bahan pangan, seperti minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, bawang, dan kacang diperkirakan mengalami penurunan. Namun harga beras dan cabai diproyeksi masih tetap naik. Kenaikan ini karena kurangnya pasokan air sehingga menakan produksi kedua bahan pokok pangan tersebut.
Sementara inflasi inti, yang memperhitungkan kenaikan harga barang dan jasa di luar harga bahan makanan dan harga yang diatur pemerintah, diperkirakan melambat. Inflasi inti bulan Oktober melambat menjadi 4,63 persen secara setahunan, dibandingkan dengan 4,93 persen bulan September, akibat turunnya harga emas perhiasan. "Walau demikian jika harga emas dikecualikan, inflasi inti terlihat tetap stabil," tutup mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




