ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jadi Sentra Sapi, PAD Karangasem Melonjak 500%

Minggu, 24 November 2013 | 19:04 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Seorang pemuka Agama Hindu menempelkan beras di dahi Kontestan Miss World 2013 asal Kroasia, Lana Grzetic saat melakukan persembahyangan dan doa bersama di Pura Besakih, Karangasem, Bali.
Seorang pemuka Agama Hindu menempelkan beras di dahi Kontestan Miss World 2013 asal Kroasia, Lana Grzetic saat melakukan persembahyangan dan doa bersama di Pura Besakih, Karangasem, Bali. (Antara/Nyoman Budhiana)

Jakarta - Pendapatan asli daerah (PAD) Karangasem selama periode 2005-2013 diproyeksi bisa melambung hingga 500% lebih dengan angka kemiskinan di level 13,5%. Proyeksi Bank Indonesia sendiri menempatkan Karangasem yang terletak di daerah ujung timur Pulau Bali itu dengan pertumbuhan ekonomi 6,3% di tahun ini.

"Peningkatan cukup bagus untuk PAD tahun 2005 ke 2013 dari Rp 25 miliar ke Rp 158 miliar, naik 500% lebih. Di mana, angka kemiskinan ada di 13,5% sedikit di atas nasional 11%. Tapi di 2015 akan tekan maksimal hingga ke 5% dengan PAD Rp 165 miliar," ujar Bupati Karagasem I Wayan Geredeg di Tulamben, Karangasem, Bali, Minggu (24/11).

Ia menjelaskan peningkatan PAD itu akan ditekankan ke empat sektor, yakni: peternakan, pariwisata, galian C, dan perkebunan.

Pada peternakan, Karangasem yang merupakan sentra sapi dengan populasi 135.000 per tahun ini diharapkan bisa meningkatkan pasokannya sehingga tak hanya dikirim ke pulau Jawa, namun juga ke wilayah lainnya. Adapun, harga sapi potong Karangasem berkisar Rp 36.000-37.000 per kilogramnya.

ADVERTISEMENT

"Kami yakin kebutuhan daging akan semakin tinggi. Jadi kami manfaatkan dengan memelihara sapi. Tapi karena Karangasem 92% merupakan daerah kering, jadi kami selain mendayagunakan hutan rakyat dan hutan lindung, kami juga membuat embung untuk minum ternak. Ada lima embung yang kami bangun tiap tahun dan 2014 ada 10. Di situ angka kemiskinan bisa kita turunkan," jelasnya.

Sapi Bali cukup terkenal bahkan peternak sudah mampu memperdagangkan secara antarpulau sedikitnya 75.000 ekor per tahun disamping memenuhi keperluan bahan baku pabrik dan konsumsi masyarakat. Jika petani di Karangasem mampu meningkatkan kualitas dan populasi ternak peliharaan ini diyakini akan mengurangi impor ternak maupun daging sapi untuk konsumsi masyarakat yang selama ini sebagian masih diimpor.

Sementara itu, di sektor pariwisata, Wayan Geredeg mengatakan, dengan garis pantai 87 kilometer, pihaknya sedang mengembangkan wilayah dengan pariwisata spritualnya. "Ini daerah timur. Matahari terbit dari timur. Ada Pura Besakih di sini. Nanti kita bentuk tiga desa yang menerima dari sisi budaya dan spiritual. Di Bali belum ada yang mengemas pariwisata spiritual," kata ia.

Tambahnya, di Karangasem juga akan dibangun pelabuhan kapal pesiar yang diharapkan selesai 2015. Pelabuhan ini katanya akan makin mendorong sektor pariwisata dan pertanian. "Ini prospek yang luar biasa untuk kepentingan Indonesia. Singapura ada 670 cruise per tahun yang mana satu cruise mengangkut 3.000 orang," sebutnya.

Dua sektor lagi yaitu galian C dan perkebunan khususnya salak gula pasir yang nantinya menjadi wine. "Dulu Karangasem wilayah paling miskin di Bali, sekarang sudah tidak lagi," imbuh Wayan Geredeg.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon