PGN Investasikan Rp260 Miliar untuk Bangun SPBG
Kamis, 12 Desember 2013 | 19:34 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menginvestasikan dana sebesar Rp260 miliar untuk pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Dana itu berasal dari kas internal BUMN energi tersebut.
"Perseroan berencana mendirikan 16 stasiun baru," ujar Sekretaris Perusahaan, Heri Yusup, di Jakarta, Kamis (12/12).
Heri mengatakan, perseroan tersebut akan membangun 16 stasiun itu terutama di daerah Jawa Barat (Jabar), yakni sebanyak 12 stasiun pengisian. Kemudian di Jawa Timur (Jatim), emiten berkode saham PGAS itu akan membangun sebanyak 3 stasiun, sementara sisanya satu stasiun akan dibangun di Riau.
Dikatakan Heri, PGN sendiri saat ini memiliki dua unit SPBG bergerak (mobile refueling unit/MRU). Satu unit MRU ditempatkan di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, sementara yang lainnya direncanakan di Lapangan Banteng.
Heri pun menuturkan, sebagian besar SPBG yang dibangun pada 2014 itu, akan mendapat suplai gas langsung melalui pipa, serta setidaknya dua unit lainnya berjenis MRU. Dia mengaku optimistis, SPBG yang dibangun nantinya memiliki pasar, khususnya ribuan kendaraan TransJakarta yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Hal itu pun bakal lebih efisien ketika ada penugasan langsung dari pemerintah.
Dengan penugasan tersebut, ucap Heri pula, maka PGN bisa membeli gas untuk kebutuhan transportasi dengan harga sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 2261K/12/MEM/2013, yakni US$4,72 per juta British thermal unit (MMBTU).
Kepmen ESDM tentang Ketentuan Harga Jual Gas Bumi dari KKKS dan Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Gas Bumi Melalui Pipa untuk Alokasi BBG yang ditandatangani Jero Wacik pada 8 Mei 2013 itu, menyebutkan pula bahwa harga gas untuk transportasi itu tidak dikenakan eskalasi, serta "take or pay" (kewajiban pembelian) dan "stand by letter of credit" (jaminan perbankan).
Menurut Heri, saat ini, PGN sendiri masih membeli harga gas untuk transportasi dengan skema komersial, dan itu diakui memberatkan.
"PGN tidak bisa mengatur harga BBG ke konsumen. Pemerintah telah menetapkan harga BBG untuk konsumen sebesar Rp3.100 per liter setara premium," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
PGN Raih Silver Asia Pacific Stevie Awards 2026 Berkat Inovasi Edukasi Energi di Taman Jargas Nusantara 2025
EKONOMI
Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
EKONOMIBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




