ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

US$ 100 Juta Capex BTEL Go Green

Selasa, 1 November 2011 | 16:34 WIB
FB
B
Penulis: Faisal Maliki Baskoro/WBP | Editor: B1
Ilustrasi menara telekomunikasi
Ilustrasi menara telekomunikasi (AFP)
Setidaknya sekitar 50 persen capex tahun depan harus mematuhi kriteria ramah lingkungan.

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar US$ 200 juta untuk tahun depan. Separuhnya akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi informasi yang berkelanjutan.

"Capex tahun depan plus minus 10-15 persen dari US$ 200 juta," kata Direktur Utama Bakrie Telecom, Anindya Bakrie, kepada BeritaSatu Media Holdings di sela-sela Information and Communication Technology for Green Asia di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, setidaknya sekitar 50 persen capex tahun depan harus mematuhi kriteria ramah lingkungan. Untuk tahun ini saja, Anindya menegaskan, 64 persen belanja modal atau sekitar Rp 1,37 triliun disalurkan sesuai pertimbangan investasi ramah lingkungan.

"BTEL menargetkan efisiensi biaya operasi hingga Rp 20 miliar per tahun melalui berbagai macam program yang dirancang untuk mengurangi emisi karbon dan daur ulang sampah-sampah elektronik," ujar Anindya.

Hingga semester 1-2011, perusahaan berhasil menghemat Rp 8 miliar melalui program efisiensi yang antara lain mengumpulkan dan mendaur ulang sekitar 3.000 handset bekas dan mengurangi penggunaan listrik di call center sebesar 23 persen.

Program efisiensi lanjut dia juga untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 62 persen per user dari periode 2009 hingga September 2011, dan menghemat rata-rata 278 kilowatt hours (kwh) listrik dari 2.200 base transceiver station (BTS) menggunakan teknologi free cooling, hingga mulai memasarkan produk handset tanpa charger demi mengurangi limbah elektronik.

"Sustainability seharusnya dipandang sebagai elemen corporate strategy karena mengurangi biaya, mengelola resiko, sekaligus membantu pemasaran dan pembangunan merek," ujar Anindya.

Ke depan, kata Anindya, target efisiensi energi Bakrie akan mencakup, mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 50 persen per user dalam kurun waktu 2009 hingga 2014, dan mengumpulkan serta mendaur ulang 50.000 handset bekas hingga 2012.

Anindya mengatakan bahwa sekitar 50 hingga 70 persen dari capital expenditure akan dialokasikan untuk mendorong ekspansi anak perusahaan, bakrie connectivity, di bidang wireless broadband access.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon