Marzuki Alie Turut Komentar soal Broker Gas
Senin, 16 Desember 2013 | 13:18 WIB
Jakarta – Produsen gas seharusnya berhubungan langsung dengan konsumen tanpa melalui broker.
Justru dalam praktiknya, produsen selalu menjual gas kepada broker, dan selanjutnya broker menjual kepada konsumen.
"Gas yang biasa dijual PT Pertamina (persero) kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) saja sekarang sebagian dialihkan kepada broker yang jelas-jelas hanya memanfaatkan kedekatan dengan penguasa," kata Ketua DPR Marzuki Alie dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (16/12).
Politisi Fraksi Demokrat ini menyampaikan, para broker tidak memiliki pipa untuk membawa "jatah" yang mereka dapatkan dari produsen gas.
"Artinya tanpa modal apa-apa mereka mendapat untung yang jumlahnya luar biasa. Gasnya "jatah", mengangkutnya menggunakan pipa PGN, kan enak sekali ini, apa namanya kalau bukan korupsi?," kata Marzuki.
Dia memandang aneh adanya pihak-pihak tertentu yang saat ini mendorong agar PGN diakusisi oleh Pertamina. Padahal, PGN saat ini sudah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kas yang kuat untuk berinvestasi.
Sementara Pertamina, kata Marzuki, masih membangun jati dirinya sebagai BUMN yang berusaha melepaskan diri dari sandera mafia minyak.
"Sebaiknya Pertamina bekerja keras bagaimana impor minyak mentah dan BBM bisa dikurangi sehingga mengurangi tekanan neraca perdagangan. Untuk membangun refinery saja sudah puluhan tahun Pertamina belum mampu, dengan berbagai alasan. Padahal Singapura yang tidak memiliki cadangan minyak bisa membangun refinery yang mampu memenuhi kebutuhan Indonesia," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




