2014, Pemerintah Targetkan Bantuan 1.000 Kapal Bagi Nelayan
Kamis, 2 Januari 2014 | 21:06 WIB
Pekanbaru - Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2014 menargetkan bantuan 1.000 unit kapal Inka Mina dengan ukuran 30 Grosstone (GT) ke atas bagi kelompok nelayan di berbagai wilayah Indonesia.
"Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan penghasilan nelayan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo dalam surat elektroniknya disampaikan Kapusdatin KKP Anang Nugroho, Kamis (2/1).
Menurut dia, sebanyak 507 atau 98 persen kapal Inka Mina dari total 519 realisasi pembangunan selama 2010-2012 sukses beroperasi dan meningkatkan hasil tangkapan serta pendapatan nelayan di sejumlah daerah.
Ia mengatakan hingga tahun 2013, kapal-kapal tersebut telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi hasil tangkapan yang mencapai sebesar 5,81 juta ton serta peningkatan pendapatan masyarakat dengan besaran total pendapatan rata-rata 46 juta rupiah per trip dengan kisaran 10 orang ABK per kapal.
"Program Inka Mina yang digulirkan KKP, kini mulai memperlihatkan dampak positifnya," katanya.
Banyak cerita sukses kelompok nelayan penerima bantuan kapal Inka Mina, bahkan rata rata semenjak menggunakan kapal Inka Mina, nelayan penerima bantuan mendapatkan hasil dua kali lipat.
Keberadaan kapal Inka Mina dimaksudkan mengurangi kepadatan operasi penangkapan ikan di wilayah pantai dan di bawah 12 mil yang telah padat dengan perahu-perahu nelayan, sekaligus optimalisasi 'fishing ground' di wilayah penangkapan ikan nasional.
"Penggunaan kapal Inka Mina, diharapkan mampu meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan. Melalui program Inka Mina, secara langsung mendukung peningkatan kemampuan ABK dari skala kecil ke skala menengah dan besar dan bisa merekrut ABK minimal 10 nelayan per kelompok," katanya.
Sharif menyebutkan berdasarkan data yang diperoleh dari pengelolaan kapal inka mina yang telah operasional, secara keseluruhan pendapatan rata-rata 25 unit kapal Inka Mina per trip operasi penangkapan mencapai lebih dari 100 juta rupiah.
Selain itu 16 unit kapal berpendapatan antara Rp 75-100 juta/trip, 39 unit unit kapal berpendapatan antara Rp 50-75 juta/trip, 153 unit kapal berpendapatan antara Rp 25-75 juta/trip dan 274 unit kapal berpendapatan dibawah Rp 25 juta/trip.
"Nilai tersebut telah mendongkrak pendapatan yang cukup signifikan dan sangat diluar dugaan," katanya.
Sementara itu, besarnya hasil tangkapan serta pendapatan untuk setiap kapal di setiap daerah berbeda, bahkan beberapa diantaranya menunjukkan nilai yang fantastis. Seperti di Kabupaten Luwu, Selawesi Selatan dari tiga kapal yang telah beroperasional sejak tahun 2010 total pendapatan di peroleh sebesar Rp5 milyar.
Selain itu nelayan mendapat berbagai keuntungan lainnya seperti nelayan di Kabupaten Majene Sulawesi Barat yang kini dapat menghasilkan tuna dengan kualitas ekspor --semula hanya Grade C-- kini bisa menghasilkan tuna dengan Grade A dengan harga USD 12 per Kg.
"Tuna yang dihasilkan berkualitas ekspor dan sekarang negara tujuan ekspor mereka sudah merambah ke Jepang," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




