Tahun Ini, BRI Targetkan Pertumbuhan Laba 10%
Kamis, 2 Januari 2014 | 21:26 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan pertumbuhan laba bersih pada tahun ini mencapai 10%. Tahun lalu, laba bersih perseroan ini diprediksi dapat menembus Rp20 triliun, atau tumbuh pada kisaran 12-15% dibandingkan laba bersih pada 2012 sebesar Rp18,5 triliun.
Direktur Keuangan BRI, Achmad Baiquni mengungkapkan, pencapaian kredit BRI tahun 2013 akan berada di atas pertumbuhan kredit rata-rata industri perbankan yang hanya mencapai 22% pada tahun 2013. Sedangkan pada tahun depan, pertumbuhan kredit perseroan tersebut diperkirakan akan berada pada kisaran 15-17%.
"Pertumbuhan kredit yang melambat ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan laba. Tapi selain itu juga, karena laba kita kan sudah sangat besar, jadi pertumbuhannya tidak bisa setinggi sebelum-sebelumnya. Tahun depan kemungkinan laba akan tumbuh di kisaran 10%," ujar Baiquni, di Jakarta, Kamis (2/1).
Baiquni pun menjelaskan, perlambatan pertumbuhan kredit perseroan tersebut mengacu pada imbauan dari Bank Indonesia (BI) yang hanya 15%-17%. Untuk itu, pihaknya pun akan menyalurkan kredit dengan lebih selektif di sektor-sektor yang dapat memberikan hasil yang maksimal terhadap perseroan.
"Meski pertumbuhan kredit hanya sebesar itu, namun kami akan menyalurkannya dengan lebih selektif lagi dalam ekspansinya. Kami pilih kredit yang tingkat bunganya relatif lebih tinggi dari sekarang," terang Baiquni.
Selain itu, guna mendorong pertumbuhan laba bersih pada tahun depan, menurutnya pula, pihaknya juga akan mendorong penerimaan perseroan dari fee based income. Pada 2013 sendiri, menurut Baiquni, BRI diperkirakan mencetak laba bersih Rp20 triliun, tumbuh sekitar 12-15% dari laba bersih tahun 2012 yang sebesar Rp18,5 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




