ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Asia Pasifik Masih kuat

Jumat, 4 November 2011 | 17:26 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi: Dollar Amerika Serikat
Ilustrasi: Dollar Amerika Serikat (Antara)
Pertumbuhan dikontribusikan dari peningkatan daya beli di Asia, terutama Cina.

Lebih dari setengah CEO di Asia Pasifik optimis kinerja perusahaan yang dipimpinnya akan meningkat dalam 3-5 tahun ke depan, atau naik dibanding tahun lalu.

Sekitar 40 persen CEO menyatakan, pertumbuhan perusahaannya akan dikontribusikan dari peningkatan daya beli di Asia, terutama Cina.

Hal itu terungkap dalam survei PricewaterhouseCoopers (PwC) kepada 320 CEO di 26 negara, termasuk 21 anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit.

Untuk meningkatkan pertumbuhan, CEO berencana memperluas pasar di Asia yang saat ini sedang tumbuh pesat meski kondisi keuangan di Amerika Serikat (AS) dan Eropa masih belum kondusif dan gempa bumi di Jepang awal tahun ini. "Lebih dari 40 persen rencana investasi diarahkan ke Cina," kata Pimpinan PwC, Dennis Nally, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Hampir sepertiga CEO menyatakan, krisis di AS berimbas bagi perusahaan mereka, sementara 17 persen lainnya terimbas krisis utang Eropa. Peluang ekonomi APEC di sisa dekade ini akan berbeda dengan 10 tahun terakhir.

"Ke depan, pengembangan pasar domestik Asia akan menggantikan ekspor manufaktur berbiaya rendah ke ekonomi mapan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi di wilayah ini," kata Dennis.

Pakta perdagangan antar regional akan memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi APEC, 64 persen CEO mengatakan perjanjian perdagangan bilateral dan regional akan lebih penting bagi perusahaan mereka dari kesepakatan-kesepakatan multilateral.

Hampir 30 persen CEO mengatakan kecenderungan proteksionisme oleh mitra dagang mereka adalah penghalang bagi pertumbuhan perusahaan mereka sementara 32 persen mengutip bahwa korupsi merupakan kendala lain yang signifikan.

Hasil survei juga menyatakan, mayoritas CEO di APEC menyatakan masih menghadapi masalah kelangkaan tenaga kerja berbakat. Hampir setengah dari CEO berbasis ekonomi mapan kesulitan mendatangkan orang dari luar negeri.

Selain itu, CEO di kawasan APEC mengakui kerjasama bisnis dan pemerintah sangat penting untuk daya saing ekonomi dan kesejahteraan sosial di wilayah tersebut. Mereka menyebut stabilitas sektor keuangan sebagai cara yang terbaik.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kading Siap Dukung Agenda Pemerintah dalam APEC dan ABAC

Kading Siap Dukung Agenda Pemerintah dalam APEC dan ABAC

EKONOMI
Airlangga Ingin Anggota APEC Pakai QRIS untuk Transaksi

Airlangga Ingin Anggota APEC Pakai QRIS untuk Transaksi

EKONOMI
Prabowo Ajak APEC Bantu Indonesia Tingkatkan Teknologi dan Pendidikan

Prabowo Ajak APEC Bantu Indonesia Tingkatkan Teknologi dan Pendidikan

OTOTEKNO
Prabowo Puji Presiden Korea Sukses Selenggarakan KTT APEC 2025

Prabowo Puji Presiden Korea Sukses Selenggarakan KTT APEC 2025

EKONOMI
Janji Prabowo di KTT APEC: Kami Akan Berantas Keserakahan Pebisnis

Janji Prabowo di KTT APEC: Kami Akan Berantas Keserakahan Pebisnis

EKONOMI
Airlangga Minta APEC Tak Hilangkan Peran Manusia pada Pengembangan AI

Airlangga Minta APEC Tak Hilangkan Peran Manusia pada Pengembangan AI

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon